Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

JP Morgan Naikkan Proyeksi Harga Emas Jangka Panjang ke Level US$4.500

JP Morgan Naikkan Proyeksi Harga Emas Jangka Panjang ke Level US$4.500
Ilustrasi emas batangan (Unsplash/@zlataky)
Intinya Sih
  • JP Morgan menaikkan proyeksi harga emas jangka panjang menjadi US$4.500 per ons, dengan target akhir 2026 tetap di level US$6.300 per ons.
  • Kenaikan harga emas didorong oleh permintaan tinggi dari bank sentral dan investor, serta tren diversifikasi aset yang terus berlanjut.
  • Faktor pendorong utama meliputi risiko geopolitik, penurunan suku bunga The Fed, pembelian emas oleh bank sentral, dan aliran dana ke ETF berbasis emas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, FORTUNE - JP Morgan menaikkan proyeksi harga emas jangka panjang menjadi US$4.500 per ons. Sementara proyeksi harga emas pada akhir 2026, tetap dipertahankan di level US$6.300 per ons.

Dilansir dari Reuters, harga emas spot naik sekitar 20 persen sepanjang tahun ini bahkan mencapai level tertinggi dalam tiga minggu di US$5.248,89 per ons pada Selasa (25/2). Sebelumnya, emas mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di US$5.594,82 per ons pada 29 Januari. Kenaikan ini melanjutkan lonjakan harga emas yang telah mencapai lebih dari 64 persen sepanjang 2025. Kenaikan ini tak lepas dari anggapan emas secara luas dipandang sebagai aset lindung nilai (safe haven).

JP Morgan menyatakan optimistis terhadap prospek harga emas hingga 2026. Bank tersebut menilai tren diversifikasi aset ke emas secara struktural masih berlanjut dan masih memiliki ruang untuk terus naik.

Bank ini juga memperkirakan permintaan yang kuat dari bank sentral dan investor akan mendorong harga emas mencapai US$6.300 per ons pada akhir 2026.

“Sejumlah faktor telah mendorong harga emas mencetak banyak rekor dalam setahun terakhir, antara lain risiko geopolitik, siklus penurunan suku bunga oleh The Fed, pembelian emas oleh bank sentral, serta aliran dana ke ETF yang didukung emas batangan. Suku bunga yang rendah cenderung membuat emas—yang tidak memberikan imbal hasil bunga—menjadi lebih menarik bagi investor,” demikian tulis Reuters dalam laporannya dikutip Kamis (26/2).

Sementara itu, Bank of America (BofA) dalam catatannya menyebutkan bahwa harga emas berpeluang mencapai US$6.000 per ons dalam 12 bulan ke depan.

Namun, BofA juga mengingatkan bahwa harga perak berpotensi mengalami koreksi dalam jangka pendek, meski masih berpeluang kembali naik hingga menembus US$100 per ons tahun ini.

Pada hari Rabu (25/2), harga perak spot diperdagangkan di kisaran US$90,70 per ons, turun dari rekor tertinggi US$121,64 yang tercapai pada akhir Januari.

Share
Topics
Editorial Team
Ekarina .
EditorEkarina .
Follow Us

Latest in Business

See More