Otomotif Fluktuatif, Laba Astra Otoparts Masih Tumbuh 10,6% di Kuartal I

- Astra Otoparts mencatat pendapatan Rp5,3 triliun dan laba bersih Rp558,9 miliar pada kuartal I 2026, tumbuh masing-masing 7,4% dan 10,6% meski pasar otomotif sedang lesu.
- Pertumbuhan didorong oleh permintaan aftermarket dan OEM yang stabil, kontribusi ekspor, serta portofolio produk beragam dengan jaringan distribusi luas di seluruh Indonesia.
- Perusahaan memperkuat pengembangan komponen kendaraan listrik dan diversifikasi ke sektor nonotomotif seperti alat kesehatan serta infrastruktur pengisian daya melalui Astra Otopower.
Jakarta, FORTUNE - Emiten komponen otomotif Grup Astra, PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) mencatat kinerja resilien sepanjang kuartal I 2026. Di tengah lesunya pasar otomotif, perusahaan masih mampu mencatat pertumbuhan pendapatan dan laba bersih konsolidasian.
Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, sepanjang tiga bulan pertama 2026, AUTO mencatatkan pendapatan Rp5,3 triliun, meningkat 7,4 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp4,9 triliun.
Sementara itu, laba bersih perseroan di kuartal I 2026 tercatat Rp558,9 miliar, naik 10,6 persen dibandingkan dengan Rp505,6 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Manajemen perusahaan mengatakan, pertumbuhan ini didukung oleh permintaan pasar aftermarket maupun original equipment manufacturer (OEM), serta kontribusi ekspor yang stabil.
Di sisi lain, capaian kinerja pada kuartal I 2026 ini mencerminkan ketahanan bisnis perseroan yang ditopang oleh portofolio produk yang terdiversifikasi dan jaringan distribusi yang luas.
“Pertumbuhan pada kuartal I 2026 mencerminkan fundamental usaha yang kuat, didukung keseimbangan kontribusi segmen manufaktur dan perdagangan, baik di pasar domestik maupun ekspor,” ujar Presiden Direktur Astra Otoparts, Yusak Kristian Solaeman dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (21/4).
Dari sisi neraca, total aset perseroan tercatat sebesar Rp23,6 triliun, meningkat 4,2 persen dibandingkan dengan Rp22,6 triliun periode yang sama tahun sebelumnya. Sejalan dengan itu, ekuitas juga mengalami peningkatan sebesar 3,1% menjadi Rp17,5 triliun, menunjukkan struktur keuangan yang tetap solid dalam mendukung kebutuhan operasional dan ekspansi usaha secara berkelanjutan.
Kinerja Segmen Manufaktur
Jika dirinci berdasarkan segmen usaha, lini bisnis manufaktur mencatatkan pendapatan sebesar Rp2,7 triliun pada kuartal I 2026, meningkat 2,5 persen dibandingkan dengan Rp2,6 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh peningkatan permintaan dari pelanggan OEM, khususnya pada segmen kendaraan roda dua, dan penguatan portofolio produk perseroan dengan kontribusi berkelanjutan, baik roda dua maupun roda empat.
Sejalan dengan strategi pertumbuhan jangka panjang, AUTO terus memperkuat pengembangan komponen kendaraan listrik (xEV), baik general parts maupun specific parts sebagai bagian dari strategi untuk merespons transformasi industri otomotif.
Selain komponen xEV, perseroan juga memproduksi mesin pengisian daya kendaraan bermotor listrik berbasis baterai dengan merek ALTRO.
Perseroan terus mendorong diversifikasi bisnis ke industri nonotomotif seperti alat kesehatan, komponen alat berat, dan kebutuhan industri lainnya. Diversifikasi ini diharapkan dapat memperkuat struktur bisnis Perseroan dalam jangka panjang,sehingga lebih resilien dalam menghadapi dinamika pasar secara berkelanjutan.
Sementara itu, pada segmen perdagangan, perusahaan mencatatkan pendapatan sebesar Rp2,6 triliun pada kuartal I 2026, meningkat 13,1 persen bila dibandingkan dengan Rp2,3 triliun pada periode yang sama
tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didukung oleh permintaan aftermarket domestik yang tetap kuat maupun penambahan jaringan distribusi dan ritel perseroan.
Pertumbuhan segmen perdagangan pada kuartal I juga didorong oleh meningkatnya permintaan seiring adanya libur Lebaran pada pada bulan Maret 2026, yang mendorong aktivitas servis dan penggantian komponen kendaraan baik roda empat maupun roda dua guna memastikan kesiapan perjalanan mudik dan arus balik.
Seiring dengan hal tersebut juga terjadi peningkatan aktivitas pada jaringan bengkel dan retailer merespon lonjakan permintaan dari pelanggan, sehingga mendorong pertumbuhan penjualan di jaringan distribusi perseroan.
AUTO saat ini telah memiliki jaringan distribusi mencakup 49 diler utama dan 27 kantor penjualan yang melayani lebih dari 15.000 toko suku cadang di seluruh Indonesia. Perseroan juga terus memperkuat gerai ritel modern untuk melayani pelanggan akhir.
Hingga kuartal I 2026, Perseroan mengoperasikan 659 gerai modern ritel, mencakup 43 gerai Astra Otoservice, 7 gerai Super Shop & Drive, 410 gerai Shop & Drive, 90 gerai Shop & Bike, serta 109 gerai Motoquick.
Dalam mendukung transisi menuju era elektrifikasi, Perseroan turut mengelola infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik melalui Astra Otopower yang hingga kuartal pertama 2026 telah mengoperasikan 69 unit di 59 lokasi di Indonesia.

















