Investasi Miliaran Dolar di AI, Meta Bakal PHK 8.000 Staf

- Meta akan memberhentikan sekitar 8.000 karyawan atau 10 persen tenaga kerja, efektif 20 Mei, sebagai bagian dari upaya efisiensi dan penyesuaian terhadap investasi besar di bidang AI.
- Perusahaan mengalokasikan belanja modal hingga US$72,2 miliar pada 2025 dan diperkirakan meningkat menjadi US$115 miliar pada 2026 untuk pusat data serta infrastruktur kecerdasan buatan.
- Langkah PHK Meta mengikuti tren serupa di industri teknologi global, sementara CEO Mark Zuckerberg menilai AI akan mengubah cara kerja dan kebutuhan tenaga manusia secara signifikan.
Jakarta, FORTUNE - Perusahaan teknologi induk Facebook, Meta berencana untuk memberhentikan sekitar 10 persen dari tenaga kerjanya atau sekitar 8.000 orang, bersamaan dengan investasi besar yang digelintorkan lerusahaan di bidang kecerdasan buatan (AI). Ini merupakan PHK terbaru dalam serangkaian PHK di industri teknologi yang sebagian dipicu oleh AI.
Perusahaan juga menutup sekitar 6.000 posisi yang masih kosong, tulis Janelle Gale, kepala bagian sumber daya manusia Meta, dalam memo yang diterbitkan oleh Bloomberg yang dikonfirmasi Meta kepada CNN. PHK akan berlaku efektif pada 20 Mei.
“Kami melakukan ini sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjalankan perusahaan secara lebih efisien dan untuk memungkinkan kami mengimbangi investasi lain yang kami lakukan,” tulis Gale dilansir dari CNN International, Jumat (24/4).
Meta, bersama dengan raksasa teknologi lainnya, telah melakukan pengeluaran besar-besaran untuk AI. Perusahaan menghabiskan US$72,2 miliar untuk belanja modal pada 2025, atau biaya yang terkait dengan pusat data dan infrastruktur AI lainnya. Angka tersebut diperkirakan akan meningkat menjadi setidaknya US$115 miliar pada tahun 2026, kata Meta dalam laporan pendapatan Januari lalu.
Perusahaan ini juga telah menghabiskan banyak uang untuk merekrut talenta untuk laboratorium superintelijennya dan telah mengakuisisi startup AI yang sedang naik daun seperti Moltbook dan Manus sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk bersaing dengan OpenAI dan lainnya.
Saham Meta (META) turun lebih dari 2 persen pada Kamis (23/4) sore.
Semakin banyak perusahaan telah mengurangi jumlah karyawan mereka selama setahun terakhir, dengan alasan kemampuan AI untuk meningkatkan efisiensi.
Amazon mengatakan pada awal tahun ini mengenai rencana PHK atas 16.000 pekerjanya. Ini merupakan PHK besar-besaran kedua perusahaan dalam tiga bulan terakhir, sebagai upaya efisiensi. Berikutnya, badai PHK juga melanda perusahaan fintech, Block pada Februari terhadap 40 persen dari karyawannya atau sekitar lebih dari 4.000 orang, disertai peringatan keras ada lebih banyak perusahaan akan mengikuti jejak perusahaan tersebut.
CEO Meta, Mark Zuckerberg, mengisyaratkan pada awal tahun ini bahwa perusahaan, yang telah berinvestasi besar-besaran dalam AI, dapat mengalami perubahan tenaga kerja karena teknologi tersebut. Dalam konferensi pendapatan Meta pada Januari, ia menyebut tahun 2026 sebagai "tahun di mana AI mulai secara dramatis mengubah cara kita bekerja."
"Kita mulai melihat proyek-proyek yang dulunya membutuhkan tim besar sekarang dapat diselesaikan oleh satu orang yang sangat berbakat," kata Zuckerberg.
Meta mengatakan akan menawarkan kepada karyawan AS yang terdampak 16 minggu gaji pokok ditambah dua minggu untuk setiap tahun masa kerja, menambahkan bahwa paket internasional akan serupa.
Seperti banyak perusahaan teknologi besar, Meta menghilangkan puluhan ribu pekerjaan pada tahun 2022 dan 2023, pengurangan yang sebagian besar disebabkan oleh penyesuaian ukuran setelah lonjakan penggunaan dan perekrutan di era Covid.
Tahun lalu, perusahaan mengatakan akan memangkas sekitar 5 persen dari apa yang disebutnya sebagai "karyawan berkinerja terendah," meskipun berencana untuk mengisi kembali banyak posisi tersebut.
















