Manuver Petrosea (PTRO) Diversifikasi ke Bisnis Tambang Mineral

Jakarta, FORTUNE - PT Petrosea Tbk (PTRO) bermanuver untuk memperluas bisnisnya di sektor pertambangan mineral. Terbaru, perseroan berinvestasi ke perusahaan pertambangan emas di Papua Nugini, Tolu Minerals Limited.
Pada 20 April 2026, Petrosea baru menyelesaikan proses penawaran (binding offer) dengan Tolu, sehubungan dengan investasi dalam instrumen surat utang yang dapat dikonversi menjadi saham (convertible note) yang akan Tolu terbitkan. Dus, PTRO kini memiliki convertible note senilai US$23,75 juta yang memberi hak untuk bisa mengonversi obligasi itu menjadi hampir 14,62 juta saham baru dengan harga US$1.625 per saham.
Selain itu, investasi tersebut pun membuka peluang kemitraan operasional, dengan komitmen PTRO menjajaki berbagai skema komersial dalam penyediaan jasa pertambangan dan layanan pendukung lain bagi proyek Tolu Minerals Ltd. "Kami melihat peluang sinergi yang kuat seiring dengan rencana pengembangan proyek Tolu menuju fase produksi," kata Presiden Direktur Petrosea, Michael, dikutip Jumat (24/4).
Langkah PTRO itu memperkuat diversifikasi portofolio perseroan ke komoditas emas, yang memiliki prospek jangka panjang. Tolu Minerals Ltd sendiri mengoperasikan tambang emas Tolukuma, dengan target mencapai produksi dalam jangka pendek.
Selain itu, Tolu juga mempunyai portofolio proyek eksplorasi di kawasan Cincin Api Pasifik, wilayah dengan potensi mineralisasi tinggi karena memiliki banyak gunung berapi aktif. Khususnya emas dan tembaga.
Sebelum mengumumkan penyelesaian transaksi tersebut, Petrosea juga baru saja mengungkapkan rencana untuk menjual seluruh saham PT Kemilau Mulia Sakti (KMS). Langkah tersebut dilakukan setelah perseroan mengevaluasi seluruh lini bisnis dan entitas anak, Guna mengoptimalisasi struktur usaha serta meningkatkan skala bisnis, PTRO memilih menguatkan fokus pada kegiatan usaha inti, yakni lini bisnis jasa pertambangan, EPC, EPCI dan logistik yang terintegrasi.
"Termasuk pengembangan pada sektor pertambangan mineral lainnya yang memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang," kata Sekretaris Perusahaan PTRO, Anto Broto dalam keterbukaan informasi pada Selasa (21/4).
Harapannya, transaksi penjualan KMS dapat memberikan fleksibilitas lebih besar bagi PTRO dalam mengelola struktur keuangan serta mendukung pengembangan usaha ke depan. Nilai transaksinya sendiri mencapai Rp1,73 triliun.
Nantinya, sekitar 70 peren dari hasil transaksi penjualan KMS akan perseroan gunakan untuk pelunasan jinjaman jangka panjang pihak ketiga. Sementara itu, sisanya akan perseroan gunakan untuk menyokong kegiatan operasional, investasi, dan keperluan lain.
















