Ciri-ciri Negara Berkembang dan Daftar Negara Berkembang
BUSINESS

Kenali Arti Negara Berkembang Dan Ciri-cirinya

ciri negara berkembang dan faktor yang melatarinya.

Kenali Arti Negara Berkembang Dan Ciri-cirinya
Smart city/Pixabay

by Desy Yuliastuti

Jakarta, FORTUNE - Negara berkembang merupakan istilah yang digunakan untuk mengelompokan kesejahteraan atau perekonomian negara-negara di dunia. Dilansir situs World Trade Organization (WTO) , tidak ada definisi tentang negara maju dan berkembang. 

Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) adalah satu-satunya organisasi internasional global yang berurusan dengan aturan perdagangan antarnegara. Tujuannya adalah untuk membantu produsen barang dan jasa, eksportir, dan importir menjalankan bisnis mereka.

Suatu negara apakah termasuk negara maju dan negara berkembang biasanya pengumumannya dilakukan oleh negara itu sendiri. Namun, negara lain dapat menanggapi dengan menentang keputusan dari suatu negara yang menyatakan sebagai negara berkembang.

Sekitar dua pertiga dari 164 negara anggota WTO adalah negara-negara berkembang. Mereka memainkan peran penting dan aktif dalam WTO. Bahkan mereka menjadi lebih penting dalam ekonomi global dan memandang perdagangan sebagai alat vital dalam upaya pembangunan. 

Negara anggota WTO mengumumkan dirinya sebagai negara berkembang tidak secara otomatis akan mendapat manfaat dari skema preferensi sepihak dari beberapa anggota negara maju seperti Generalized System of Preferences (GSP). Dalam praktiknya, negara pemberi preferensi yang memutuskan daftar negara berkembang yang akan mendapat manfaat dari preferensi tersebut.

Untuk mengetahui lebih dalam tentang pengklasifikasian negara berkembang, Anda bisa mencari tahu ciri-cirinya beserta daftar negaranya.

Berikut ini rangkuman tentang ciri-ciri negara berkembang beserta daftar negaranya, seperti dikutip dari laman Ilmugeografi, Jumat (20/10).

1. Tingkat Pendapatan Perkapita Rendah

Pendapatan perkapita adalah nilai rata-rata dari pendapatan penduduk di suatu negara. Untuk mengetahui pendapatan perkapita, dapat dilakukan dengan membagi pendapatan nasional dengan jumlah penduduk negara.

Negara berkembang memiliki pendapatan per kapita yang masih tergolong rendah. Hampir separuh negara di dunia tergolong ke dalam negara berkembang.

2. Tingginya Angka Kelahiran

Negara berkembang memiliki jumlah penduduk yang banyak karena angka kelahiran yang tinggi. Kurangnya sosialisasi keluarga berencana menjadi satu di antara sebab laju pertumbuhan penduduk yang tinggi di negara berkembang.

Tingginya angka kelahiran juga didorong oleh pernikahan dini, rendahnya tingkat pendidikan, dan lain sebagainya.

3. Tingkat Korupsi Tinggi

Korupsi adalah perbuatan keji yang masih mengakar di pemerintahan sebuah negara. Namun, tingkat korupsi di negara berkembang memang lebih tinggi dibandingkan negara maju.

Tingkat korupsi tinggi tersebut akan berdampak buruk pada perekonomian negara.

4. Impor Lebih Besar daripada Ekspor

Ciri-ciri negara berkembang selanjutnya adalah besarnya jumlah impor ketimbang ekspor barang. Impor tersebut dilakukan saat negara mengalami keterbatasan teknologi dan keahlian sehingga membutuhkan barang yang dibawa dari negara lain demi memenuhi kebutuhan.

Dengan adanya impor, berarti negara harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit. Hal tersebut juga bisa berimbas pada kesejahteraan masyarakatnya.

5. Penduduknya Kurang Disiplin

Penduduk negara berkembang memiliki tingkat disiplin yang rendah. Di negara berkembang, disiplin belum menjadi budaya dan kebiasaan sehingga masih banyak ditemui pelanggaran disiplin dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk mengubah mental masyarakat agar selalu disiplin diperlukan peran pemerintah terutama pimpinan negara yang tegas dalam menegakkan aturan.

6. Jumlah Pengangguran Tinggi

Ciri-ciri negara berkembang selanjutnya adalah jumlah pengangguran yang terbilang tinggi. Seiring makin banyaknya angka kelahiran, persaingan di dunia kerja juga pasti tinggi.

Kondisi tersebut yang membuat negara tidak mampu menyediakan lapangan pekerjaan yang layak untuk menampung jumlah pengangguran yang terlampau banyak.

Selain itu, tingkat pendidikan juga menjadi sumber tingginya jumlah pengangguran di negara berkembang.

7. Mengandalkan Sektor Primer

Sektor primer adalah hasil olahan sumber daya alam. Mayoritas penduduk negara berkembang memiliki mata pencaharian dengan memanfaatkan hasil alam, seperti bertani, mencari ikan, dan banyak lagi lainnya.

Di sisi lain, negara maju berinovasi dengan menghadirkan berbagai macam terobosan dengan minimnya sumber daya alam untuk meningkatkan pendapatan per kapita, berbeda dengan negara berkembang, yang justru hanya mengandalkan sektor primer sebagai pemasukan utama.

8. Tingkat Pendidikan Rendah

Tingkat pendidikan rendah termasuk ciri-ciri negara berkembang. Rendahnya tingkat pendidikan sering kali sebanding dengan tingginya laju pertumbuhan penduduk.

Maka tak heran dua faktor tersebut turut memengaruhi pendapatan per kapita sebuah negara. Selain itu, rendahnya ekonomi negara berkembang mengakibatkan kurangnya fasilitas pendidikan yang memadai.

Kondisi tersebut yang menjadikan tingkat pendidikan di negara maju tergolong rendah dan susah bersaing.

9. Penguasaan IPTEK Minim

Rendahnya tingkat pendidikan di atas tentu berimbas pada penguasaan IPTEK di negara berkembang. Hal ini dikarenakan banyaknya masalah yang terjadi di negara berkembang.

Penguasaan teknologi yang kurang menjadikan masyarakat tidak bisa berinovasi seperti halnya yang dilakukan negara maju.

10. Tidak Punya Modal yang Cukup

Negara berkembang sering menjadi incaran para investor asing untuk menanamkan modal. Sebagai negara berkembang, diperlukan dana yang besar untuk membangun dan memperbaiki infrastruktur.

Modal juga menjadi satu di antara faktor bisa memicu pertumbuhan ekonomi yang menjadi tujuan sebuah negara. Untuk mendapatkan modal yang cukup, diperlukan andil para investor yang berinvestasi.

Daftar Negara Berkembang di Dunia

Benua Eropa

Azerbaijan, Bulgaria, Belarus, Georgia, Kroasia, Kosovo, Lithuania, Makedonia, Ukraina, Moldova, Romania, Serbia, Turki. 

Benua Afrika

Mesir, Djibouti, Libya, Maroko, Sudan, Mauritania, Angola, Tunisia, Sudan Selatan, Cape Verde, Kamerun, Burundi, Komoro, Republik Afrika Tengah, Ethiopia, Gabon, Ghana, Gambia. 

Benua Amerika

Argentina, Barbados, Belize, Chili, Brazil, Dominika, Costa Rica, Ekuador, El Salvador, Honduras, Jamaika, Panama, Paraguay, Meksiko, Uruguay, Ekuador, Venezuela. 

Benua Asia

Bhutan, Kazakhstan, Mongolia, Armenia, Afghanistan, Bangladesh, Brunei, Kamboja, Tiongkok, India, Korea Utara, Indonesia, Myanmar, Nepal, Papua Nugini, Palestina. 

Benua Australia dan Oceania

Federasi Mikronesia, Nauru, Samoa, Solomon, Tonga, Tuvalu, Kepulauan Marshal, Vanuatu. 

Itulah sederet ciri-ciri negara berkembang lengkap beserta daftar negaranya yang Fortune Indonesia rangkum untuk Anda. Lalu di mana posisi Indonesia?

Majalah Global Finance merilis daftar negara-negara kaya di dunia 2021. Indonesia berada di peringkat 101 dengan pendapatan per kapita US$ 12.222 per tahun. Peringkat Indonesia jauh di bawah Malaysia yang ada di urutan ke-55 dengan pendapatan per kapita US$ 27,402 per tahun. 

Related Articles

Most Popular