Comscore Tracker
BUSINESS

Penting Saat Ajukan Kredit, Ini Pengertian Tenor

Tenor kredit bisa menentukan besarnya cicilan.

Penting Saat Ajukan Kredit, Ini Pengertian TenorIlustrasi Kredit Shutterstock.com/Wolfilser

by Desy Yuliastuti

30 August 2022

Jakarta, FORTUNE - Tenor adalah durasi atau waktu yang disepakati untuk melakukan pelunasan pinjaman atau investasi. Sebagai contoh, apabila Anda meminjam uang ke bank sebesar Rp10 juta dengan tenor selama 12 bulan. Artinya, pinjaman harus dikembalikan dalam jangka waktu 12 bulan.

Demikian pula jika Anda mulai berinvestasi deposito. Terdapat beberapa pilihan tenor, yaitu mulai dari jangka waktu tiga bulan, enam bulan sampai dengan satu tahun.

Tenor adalah salah satu istilah yang cukup sering ditemui dalam perkreditan. Selain itu, tenor adalah hal yang harus pertama kali Anda ketahui sebelum memutuskan mengambil kredit apa pun. 

Tenor memiliki manfaat atau peran besar dalam proses pinjam meminjam. Sebab ketika debitur atau kreditur menentukan tenor dari pinjaman yang diajukan, ini bisa menjadi sebuah tolok ukur dalam proses kredit. 

Jadi segala macam kemungkinan yang bisa terjadi dalam proses kredit, bisa terlihat dari penentuan berapa lamanya tenor yang diambil. Dengan begitu segala risiko yang bisa terjadi dalam sistem kredit, bisa diminimalkan dengan pemanfaatan penggunaan tenor ini.

Dalam kredit pinjaman dana tenor dibagi atau digolongkan ke dalam dua kategori, yaitu menjadi tenor pendek dan tenor panjang. Dirangkum dari lifepal.com, berikut penjelasan mengenai Tenor .

Kategori tenor

  • Tenor pendek, keuntungan dan kerugian

Tenor pendek merupakan jangka pelunasan pinjaman uang yang diberikan dalam waktu singkat, biasanya lama waktu tenor pendek, yakni 6 bulan hingga 2 tahun. Debitur yang mendapat atau mengajukan tenor dengan kategori ini, bisa mengembalikan dana dengan total pinjaman lebih ringan. 

Dalam skema ini,  jumlah cicilan yang harus dibayar tiap bulannya menjadi lebih besar karena jangka waktu pembaginya lebih sedikit dibanding tenor panjang.

  • Tenor panjang, keuntungan dan kerugian

Tenor panjang merupakan jangka pelunasan pinjaman dana yang diberikan dalam waktu yang lama. Dalam skema ini, waktu tenor panjang mulai dari 3 sampai 5 tahun untuk pengajuan kredit bermotor. Adapun untuk untuk mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bisa mencapai 15 hingga 20 tahun.

Bank biasanya mempercayakan tenor panjang untuk para karyawan dengan dengan penghasilan tetap. Hal ini untuk meminimalisasi terjadinya kredit macet. Tenor panjang pun biasa digunakan untuk debitur dengan penghasilan standar, dengan tenor ini cicilan yang dibayarkan akan jauh lebih ringan dibanding dengan tenor pendek.

Akan tetapi, jumlah total pinjaman keseluruhan jadi lebih besar dibanding dengan tenor pendek. Ini disebabkan bunga yang dibayarkan selama cicilan berlangsung menjadi lebih banyak karena jangka waktunya juga lebih panjang.

Jenis-jenis tenor

Terdapat dua jenis tenor, yaitu kaitannya dengan masa pelunasan pinjaman dan masa simpanan deposito.

  • Tenor pinjaman

Tenor pinjaman sangat memengaruhi suku bunga. Semakin lama tenor, semakin tinggi juga bunga yang harus dibayarkan Bunga pinjaman lembaga konvensional umumnya berkisar antara 1-3 persen per bulan dengan suku bunga tetap. Artinya apabila pinjaman diajukan dengan tenor selama tiga bulan, maka akan dikenakan bunga yang dikalikan dengan periode tenor yang disepakati. Selain itu, ada pinjaman online yang memberikan bunga 0 persen untuk tenor pinjaman dalam waktu 30 hari sebagai salah satu strategi marketing menarik calon debitur.

  • Tenor deposito

Tenor deposito yang ditawarkan oleh bank mulai dari tiga bulan, enam bulan, dan 12 bulan. Namun, ada juga bank yang menawarkan hingga 36 bulan. Suku bunga deposito umumnya lebih tinggi dibandingkan dengan suku bunga simpanan atau tabungan, yaitu pada kisaran 4-6 persen per tahun. Setiap bank memiliki suku bunga yang berbeda-beda dalam penerapannya. 

Related Topics

Related Articles