BUSINESS

Ini 5 Produsen Batu Bara Terbesar di Indonesia

Cadangan batu bara RI saat ini 38,84 miliar ton.

Ini 5 Produsen Batu Bara Terbesar di IndonesiaANTARA FOTO/Bayu Pratama S/wsj

by Eko Wahyudi

27 October 2021

Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ridwan Djamaluddin mengemukakan cadangan batu bara Indonesia saat ini 38,84 miliar ton. Dengan rata-rata produksi batubara 600 juta ton per tahun, maka umur cadangan batu bara masih 65 tahun apabila diasumsikan tidak ada temuan cadangan baru.

Selain cadangan batu bara, masih ada juga sumber daya batu bara yang tercatat 143,7 miliar ton. Untuk itu, pemerintah terus mendorong upaya pemanfaatan untuk memberikan kesejahteraan ke seluruh lapisan masyarakat.

"Batu bara kita masih banyak. Kita punya 65 tahun umur cadangan. Sebagian besar ada di Kalimantan dan Sumatra," kata Ridwan dalam keterangan.

Lebih lanjut, Ridwan mengatakan Kalimantan menyimpan 62,1 persen dari total potensi cadangan dan sumber daya batu bara terbesar di Indonesia, yaitu 88,31 miliar ton sumber daya dan cadangan 25,84 miliar ton. Selanjutnya, wilayah punya potensi tinggi adalah Sumatra dengan 55,08 miliar ton (sumber daya) dan 12,96 miliar ton (cadangan).

Lantas perusahaan mana yang menjadi produsen batu bara terbesar di Indonesia? Berikut lima teratas.

1. Kaltim Prima Coal

PT Kaltim Prima Coal (KPC) mengelola salah satu pertambangan open-pit terbesar di dunia. KPC memiliki dua tambang di Sanggata dan Bengalon, Kalimantan Timur, dengan luas konsesi 84.938 hektare.

Tambang dari KPC pun menghasilkan batu bara dengan tingkat kalori 4.700 sampai 6.700 kkal/kilogram.

Ada pun, kapasitas produksi anak usaha dari PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) itu mencapai 70 juta ton per tahun. Namun sepanjang 2020, total produksi KPC hanya 59,7 juta ton. PKP2B milik KPC pun akan berakhir pada 31 Desember 2021.

Total cadangan batu bara yang dimiliki perseroan, berdasarkan perhitungan coal reserve estimasi akhir 2019, mencapai 1,073 miliar ton.

2. Adaro Indonesia

PT Adaro Indonesia memproduksi batu bara sub-bituminous dengan nilai kalori menengah antara 4.000 kkal/kilogram dan 5.000 kkal/kilogram dari tiga tambangnya, Paringin, Tutupan dan Wara di Kalimantan Selatan.

Perseroan memegang izin Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) dengan luas 31.380 hektare, dan akan berakhir pada 1 Oktober 2022.

Mengutip laman resmi Adaro Indonesia, produksi batu bara anak usaha PT Adaro Energy Tbk (ADRO) pada 2020 mencapai 46,75 juta ton. Namun raihan itu mengalami penurunan 9 persen bila dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 58 juta ton batu bara. Selain karena pandemi Covid-19, penurunan produksi itu dikarenakan tingginya curah hujan yang terjadi sepanjang tahun.

Pada akhir 2020, Adaro Grup mengungkapkan memiliki potensi cadangan batu bara hampir 1 miliar ton, dan yang terbukti mencapai 892,8 juta ton.