Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Gebrakan Mobil Keluarga Vietnam: VinFast Resmi Rakit VF MPV 7 di Subang
CEO VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto saat Meluncurkan VF MPV 7 dari Pabrik Subang, Perkuat Strategi Lokalisasi di Indonesia, Rabu (20/5). (Eko Wahyudi/Fortune Indonesia)
  • VinFast memproduksi VF MPV 7 di pabrik Subang, Jawa Barat, sebagai langkah strategis memperkuat posisi di pasar otomotif Indonesia.

  • Model VF MPV 7 diprioritaskan karena segmen MPV masih mendominasi pasar nasional.

  • Pabrik VinFast di Subang bernilai investasi lebih dari US$1 miliar dengan target kapasitas 350 ribu unit per tahun.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
2025

Data Gaikindo mencatat total penjualan mobil nasional mencapai sekitar 803.000 unit, dengan Toyota Kijang Innova menjadi model terlaris sepanjang tahun ini.

Desember 2025

Pabrik VinFast di Subang diresmikan dan menjadi pusat produksi kendaraan listrik perusahaan di Indonesia.

Januari 2026

VinFast memulai produksi percobaan VF MPV 7 di fasilitas perakitan Subang sebelum peluncuran resmi.

20 Mei

VinFast meluncurkan secara resmi model VF MPV 7 di Jakarta dan mengumumkan dimulainya perakitan lokal di pabrik Subang.

Maret 2029

Program fasilitas pengisian daya gratis bagi konsumen VF MPV 7 melalui jaringan V-Green dijadwalkan berakhir pada bulan ini.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Produsen kendaraan listrik asal Vietnam, VinFast, mulai serius menantang dominasi pabrikan Jepang di pasar mobil keluarga Indonesia. Langkah ini dibuktikan melalui perakitan lokal model tujuh penumpangnya, VF MPV 7, di fasilitas pabrik Subang, Jawa Barat.

Pengumuman mengenai lokalisasi produksi kendaraan roda empat tersebut disampaikan pihak manajemen dalam acara peluncuran resmi di Jakarta, Rabu (20/5).

CEO VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto, mengatakan VF MPV 7 merupakan model strategis perusahaan. Kehadirannya diplot untuk memperkuat posisi tawar di pasar domestik.

“Ini kami sangat optimis bahwa ini akan menjadi next volume maker dari Vinfast,” ujar Kariyanto usai acara peluncuran VF MPV 7 di Jakarta, Rabu (20/5).

Fasilitas perakitan di Subang menempatkan model MPV ini sebagai produk perdana yang keluar dari jalur produksi. Sebelumnya, VinFast sempat berencana memprioritaskan model VF3. Namun, manajemen akhirnya mengubah haluan demi mendahulukan MPV bertenaga setrum karena melihat potensi pasar yang sangat besar.

Menurut penjelasan Kariyanto, roda produksi percobaan sebenarnya sudah berputar sejak Januari 2026. Setelah melalui serangkaian uji coba, pengiriman unit ke jaringan agen pemegang merek (dealer) akhirnya resmi dilakukan mulai pekan ini.

“Kami perhatikan segmen MPV khususnya 7-seaters ini merupakan segmen gemuk. Baik untuk keperluan pribadi ataupun bisnis seperti ride-hailing, rental mobil, hingga kendaraan perusahaan,” kata Kariyanto.

Selama ini, kontribusi segmen MPV terhadap pasar otomotif nasional terbilang menjadi tulang punggung utama. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan total penjualan mobil nasional sepanjang 2025 mencapai sekitar 803.000 unit.

Pemain terbesar di pasar ini masihlah pabrikan Jepang, terutama Toyota. Model terlaris sepanjang 2025 dipimpin oleh Kijang Innova dengan angka penjualan 61.164 unit.

Posisi kedua ditempati Toyota Avanza-Veloz yang membukukan penjualan 49.033 unit.

Rivalitas pasar yang ketat juga diisi oleh model mapan lainnya seperti Mitsubishi Xpander, Suzuki Ertiga, hingga Honda BR-V.

Dominasi jenis MPV di Tanah Air berakar pada karakter konsumen domestik, yang umumnya mengutamakan kapasitas tampung penumpang besar, fleksibilitas ruang kabin, serta keandalan mobil untuk keperluan harian maupun perjalanan keluarga.

Melalui peluncuran VF MPV 7, VinFast mencoba menyodorkan alternatif anyar di tengah pasar yang selama ini dikuasai oleh mobil bermesin bensin. Nilai tambahnya, kendaraan ini telah diproduksi di dalam negeri dan mengantongi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) minimal 40 persen. Jumlah tersebut telah memenuhi ambang batas yang disyaratkan oleh pemerintah.

“Kami sudah mendapatkan sertifikat tersebut, sehingga kami sudah memiliki TKDN minimal 40 persen,” kata Kariyanto.

Aktivitas produksi VF MPV 7 dipusatkan di pabrik VinFast di Subang yang baru saja diresmikan pada Desember 2025. Kompleks perakitan ini berdiri di atas lahan seluas 171 hektare.

Proyeksi total investasi yang ditanamkan bernilai fantastis, yakni menembus lebih dari US$1 miliar. Pada tahap lanjutan, kapasitas produksinya ditargetkan mampu memuntahkan 350.000 unit per tahun untuk memasok pasar domestik dan kebutuhan ekspor regional.

Secara teknis, VF MPV 7 hadir sebagai MPV listrik ukuran menengah dengan dimensi panjang 4.740 mm, lebar 1.872 mm, tinggi 1.734 mm, serta jarak poros roda (wheelbase) 2.840 mm.

Dapur pacunya digerakkan oleh motor listrik 150 kW atau setara dengan daya 201 hp dan torsi puncak 280 Nm. Pasokan daya utama mengandalkan baterai berkapasitas 60,2 kWh. Komponen ini diklaim sanggup mengantar kendaraan menjelajah hingga jarak 450 kilometer dalam kondisi daya penuh berdasarkan standar pengujian NEDC.

VinFast juga membenamkan teknologi pengisian daya cepat (fast charging) yang mampu mengisi kelistrikan baterai dari 10 persen ke 70 persen dalam tempo sekitar 30 menit.

Untuk pasar konsumen Indonesia, kendaraan keluarga ini ditawarkan dalam dua skema penjualan. Versi komplet dengan menyertakan komponen baterai dipasarkan mulai Rp420 juta. Sementara itu, versi dengan skema sewa baterai dijual mulai Rp345 juta dengan biaya langganan baterai mulai Rp880.000 per bulan.

Guna merangsang minat pasar, pabrikan Vietnam ini memberikan stimulus berupa cashback senilai Rp16 juta bagi 2.000 konsumen pertama. Di samping itu, tersedia pula fasilitas pengisian daya cuma-cuma di jaringan V-Green yang berlaku hingga Maret 2029. 

Apakah VinFast VF MPV 7 bisa menyaingi MPV Jepang?

Editorial Team