Jawa Tengah, FORTUNE - PT Godrej Consumer Products Indonesia (GCPI) meresmikan pabrik baru di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, Jawa Tengah, Selasa (6/10). Fasilitas manufaktur ini merupakan bagian dari komitmen investasi senilai Rp500 miliar guna memperluas kapasitas produksi domestik sekaligus memperkuat basis ekspor di kawasan regional.
Pembangunan tahap pertama berdiri di atas lahan seluas 2,5 hektare dari total area 5,5 hektare milik GCPI. Fasilitas ini difokuskan untuk memproduksi lini produk pembasmi serangga rumah tangga (household insecticides).
Managing Director & CEO Godrej Consumer Products Limited (GCPL), Aasif Malbari, menegaskan pentingnya posisi pasar Indonesia dalam strategi pertumbuhan korporasi.
“Indonesia merupakan bagian penting dari bisnis kami dan kami melihat potensi pertumbuhan yang masih sangat besar. Kendal menjadi langkah penting dalam perjalanan tersebut. GCPL telah tumbuh dan berkembang bersama Indonesia, dan kami percaya investasi ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi daerah dan Indonesia secara lebih luas,” kata Aasif saat meresmikan pabrik di KEK Kendal, Selasa (6/10).
Pengoperasian pabrik di Kendal menjadi tumpuan strategi jangka panjang GCPL di Tanah Air. Sejak mengakuisisi bisnis di Indonesia pada 2010, skala bisnis GCPI telah melonjak sekitar 4,5 kali lipat. Lini produk unggulan seperti HIT, Stella, Mitu, dan NYU kini telah menjangkau satu dari empat rumah tangga di Indonesia.
Selain memenuhi kebutuhan pasar domestik, fasilitas anyar ini disiapkan memperkuat rantai manufaktur dan memperluas jangkauan ekspor.
“Ketika melihat peluang, kami tidak ragu untuk berinvestasi. Ke depan, kami juga melihat Kendal memiliki potensi untuk menjadi basis ekspor bagi kawasan,” katanya.
Kehadiran fasilitas produksi ini sekaligus mempererat kerja sama ekonomi bilateral antara Indonesia dan India. Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, menilai investasi tersebut memperkuat keterkaitan pada sektor manufaktur dan perdagangan.
“Pabrik baru di Kendal menjadi wujud nyata dari kemitraan ini. Pabrik ini akan melayani pasar Indonesia maupun ekspor, sekaligus memperkuat keterkaitan antara investasi, manufaktur, dan perdagangan,” ujar Sandeep.
Sandeep berharap ekspansi ini memicu lebih banyak perusahaan dari kedua negara untuk memperluas investasi serta menciptakan nilai tambah bersama.
Dari sisi operasional, GCPI mengintegrasikan teknologi dan data sejak tahap awal pembangunan. Fasilitas produksi ini berhasil diselesaikan dalam kurun waktu sekitar satu tahun.
Business Head Indonesia & Global Head, Business Transformation and Digital GCPL, Rajesh Sethuraman, menyampaikan pemanfaatan teknologi menjadi pembeda utama fasilitas baru ini.
“Yang membuat saya antusias tentang Kendal bukan hanya apa yang kami bangun, tetapi juga bagaimana kami membangunnya. Dalam waktu sekitar satu tahun, kami membangun fasilitas manufaktur dengan teknologi dan data yang terintegrasi sejak awal,” ujar Rajesh.
Penerapan teknologi terpadu tersebut bertujuan meningkatkan visibilitas operasional. Langkah ini mempermudah pengambilan keputusan secara cepat di tengah dinamika gaya hidup dan pola belanja konsumen.
“Hal ini memberikan visibilitas yang lebih baik terhadap operasional, membantu kami mengambil keputusan lebih cepat, dan membuat kami semakin responsif terhadap kebutuhan pasar,” katanya.
