Jakarta, FORTUNE - Indomobil Group masih menyadari adanya ruang pertumbuhan pada pasar otomotif Indonesia. Di tengah persaingan merek yang kian menekan, kelompok otomotif tersebut menaruh taruhan pada segmen premium melalui Hongqi, merek kendaraan mewah asal Cina.
Direktur Indomobil Group, Andrew Nasuri, mengatakan keputusan membawa dan mengembangkan Hongqi di Indonesia tidak semata-mata didasarkan pada kondisi pasar otomotif saat ini. Menurutnya, prospek industri otomotif Indonesia perlu dilihat dalam perspektif jangka panjang, terutama karena tingkat kepemilikan kendaraan nasional masih relatif rendah dibandingkan sejumlah negara Asia Tenggara.
“Indonesia itu masih sangat invasif di pasar otomotif. Kepemilikan kendaraan di Indonesia masih sangat rendah kalau dibandingkan dengan Malaysia dan Thailand,” kata Andrew di Hongqi House Mampang, Jakarta, Jumat (25/9).
Kondisi tersebut, kata dia, menunjukkan besarnya ruang pertumbuhan pasar otomotif nasional. Bahkan, dengan mempertimbangkan jumlah penduduk dan produk domestik bruto (GDP), Andrew menilai pasar kendaraan Indonesia semestinya sudah berada pada kisaran 1,5 juta unit per tahun.
Pandangan tersebut menjadi salah satu alasan pemain otomotif tetap berani menanamkan investasi besar di Indonesia. Menurut Andrew, keputusan sejumlah produsen global membangun kapasitas produksi besar di Tanah Air menunjukkan mereka tidak hanya mengejar penjualan jangka pendek.
“Mereka melihatnya untuk jangka panjang. Indonesia sangat berpotensi dan masih panjang sekali,” katanya.
Meski demikian, Andrew mengakui pasar otomotif Indonesia tidak terlepas dari berbagai tantangan, mulai dari infrastruktur hingga fluktuasi daya beli dan kepercayaan konsumen. Pergerakan pasar pun tidak selalu berada dalam tren kenaikan.
Namun, ia melihat kondisi pasar mulai menunjukkan pemulihan. Setelah kuartal pertama yang relatif lambat, penjualan mulai membaik pada kuartal kedua dan berlanjut pada kuartal ketiga.
Andrew menyebut kenaikan penjualan pada Agustus mencapai sekitar 20 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Secara kumulatif, pertumbuhan pasar disebut berada pada kisaran 13-14 persen.
“Sedikit penyesuaian, sedikit lebih banyak customer confidence, saya pikir market akan baik,” ujar Andrew.
