Jakarta, FORTUNE — Program ESG Blibli Tiket Action kembali menggelar inisiatif Langkah Membumi Market (LMM) 2026 di Grand Indonesia West Mall, Jakarta, pada 8–11 Oktober 2026. Memasuki penyelenggaraan tahun kelima, ajang ini mengintegrasikan isu pelestarian keanekaragaman hayati dan penerapan ekonomi sirkular ke dalam aktivitas harian masyarakat guna membangun ekosistem bisnis yang berkelanjutan.
Kegiatan itu menunjukkan strategi keberlanjutan sektor bisnis telah melampaui isu pengurangan sampah. Pemanfaatan kembali barang layak pakai dan perlindungan keanekaragaman hayati menjadi fokus utama dalam membiasakan gaya hidup hijau.
COO & Co-Founder Blibli, Lisa Widodo, menyatakan penanganan isu keberlanjutan memerlukan sinergi lintas sektor. Kolaborasi melibatkan pemerintah, pelaku bisnis, institusi pendidikan, media, komunitas, hingga generasi muda.
“Persoalan keberlanjutan memiliki cakupan yang luas dan tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja,” kata Lisa di Jakarta, Kamis (8/10).
Dalam ajang ini, isu konservasi keanekaragaman hayati diangkat secara khusus. Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) memperkenalkan program perlindungan satwa endemik Pulau Jawa, seperti Macan Tutul Jawa dan Elang Jawa.
Program Director BLDF, Jemmy Chayadi, menjelaskan edukasi konservasi perlu dibawa ke tengah ruang publik perkotaan. Langkah ini penting agar wawasan pelestarian alam tidak terbatas pada komunitas di sekitar habitat satwa semata.
“Tidak semua orang bisa naik ke gunung. Nah, kita mau membawa hal ini ke event seperti Langkah Membumi ini,” ujar Jemmy.
Inisiatif BLDF diawali dari penanaman pohon di Kudus dan Semarang. Program ini kemudian meluas ke Jawa Barat hingga Madura. Saat melakukan asesmen di kawasan Muria, BLDF menemukan keberadaan Macan Tutul Jawa dan Elang Jawa yang telah hidup berdampingan dengan warga lokal.
Jemmy menegaskan perlindungan satwa endemik tidak terpisahkan dari ekosistem secara menyeluruh. Menjaga kawasan Muria juga berdampak langsung pada pemulihan lingkungan dan mitigasi risiko bencana banjir bagi warga sekitar.
“Ketika melindungi pohon dan macan tutul, kita ingin melindungi ekosistem Muria,” katanya.
Ia menambahkan upaya pelestarian alam memberikan manfaat langsung bagi keberlanjutan masyarakat dan kelangsungan operasional bisnis.
“Upaya untuk menanam pohon, melindungi alam Muria, ternyata itu ujung-ujungnya juga untuk menjaga ekosistem masyarakat sekitar, menjaga operasional dari perusahaan. Jadi ini ujung-ujungnya untuk sustainability, untuk bisa menjaga manusia-manusia di sekitarnya,” ujar Jemmy.
Selain aspek konservasi, LMM 2026 mendorong praktik konsumsi berkelanjutan lewat kehadiran lebih dari 70 brand terkurasi. Kategori produk mencakup makanan dan minuman, home & decoration, beauty & care, fashion & lifestyle, hingga eco-solution.
Penyelenggara menyediakan program trade-in untuk memperpanjang masa pakai barang. Melalui skema ini, masyarakat dapat menukarkan barang lama yang layak pakai menjadi nilai tukar berupa potongan harga belanja atau konversi ke saldo Blipay. Skema ini memberi nilai tambah ekonomi sekaligus mencegah penumpukan sampah.
