BUSINESS

Mengenal Business Model Canvas dan 9 Elemen di Dalamnya!

Memudahkan Anda dalam merancang persiapan bisnis

Mengenal Business Model Canvas dan 9 Elemen di Dalamnya!Ilustrasi Business Model Canvas (Unsplash/@slidebean)

by Muhammad Jordy Prayoga

16 November 2023

Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Tanpa persiapan yang matang, bisnis yang Anda jalankan akan lebih rentan terhadap kegagalan.

Oleh karena itu, Anda perlu memahami bahwa sekecil apa pun bisnis yang akan Anda jalani, persiapan adalah hal yang mutlak.

Hal ini pun kerap dialami banyak orang yang sebenarnya memiliki ide-ide segar untuk memulai bisnis, tetapi tidak tahu bagaimana cara merancang persiapannya.

Untuk membantu menyusun persiapan bisnis yang matang, Anda bisa mengadopsi business model canvas.

Bisnis model canvas dapat membantu Anda untuk memahami target audiens, value yang ditawarkan, cara menjangkau pelanggan, hingga Anda memperoleh sumber pendapatan.

Pada artikel ini, Anda akan mengetahui secara lengkap seputar business model canvas,  sehingga setelah membaca artikel ini, Anda akan memahami bagaimana business model canvas dapat membantu untuk menyusun persiapan bisnis yang matang dan sukses.

Apa Itu bisnis model canvas?

ROI adalah salah satu faktor penentu keberhasilan bisnisilustrasi kegiatan bisnis (unsplash.com/Austin Distel)

Business model canvas adalah sebuah rancangan bisnis dalam bentuk visual yang di dalamnya berisi ide maupun konsep bisnis.

Visual tersebut sebenarnya adalah bentuk sederhana dari alur sebuah bisnis akan berjalan ke depannya.

Meski terlihat ringkas, justru business model canvas disebut-sebut lebih efektif dibandingkan rancangan model bisnis konvensional yang isinya berpulu-puluh halaman sekalipun.

Dengan BMC, Anda bisa lebih fokus menyiapkan bisnis berdasarkan pemetaan yang telah terbagi menjadi sembilan segmen.

1. Key partners

Mitra adalah pihak lain yang bisa Anda ajak kerja sama untuk mencapai key activities bisnis Anda.

Beberapa contoh key partners adalah supplier, brand lain yang bisa diajak kolaborasi, serta pihak-pihak yang dapat membantu bisnis Anda berjalan, seperti konsultan, jasa pengiriman, atau jasa pemasaran.

Key partners harus sejalan dengan value propositions yang ditawarkan kepada pelanggan. 

Misalnya, jika Anda menawarkan produk yang berkualitas tinggi, Anda perlu bekerja sama dengan supplier yang dapat menyediakan produk dengan kualitas yang tinggi pula.

2. Key activities

Segmen key activities bisa Anda isi dengan beberapa pertimbangan aktivitas apa saja yang dapat mempertahankan atau meningkatkan value proposition, mulai dari produksi, distribusi, hingga layanan pelanggan.

3. Value propositions

Pada bagian ini, Anda perlu mengetahui value dari produk yang Anda tawarkan, mulai dari kelebihan produk Anda, manfaat yang mereka dapatkan pelanggan ketika menggunakan produk Anda, serta hal-hal yang membuat produk Anda lebih unik dibandingkan milik kompetitor.

Dengan mengenali value proposition ini, Anda bisa konsisten untuk menciptakan produk-produk yang memiliki nilai tinggi di mata pelanggan karena sudah memiliki “panduannya”.

4. Customer relationships

Customer relationships mencakup metode untuk memberikan layanan pelanggan, membangun komunitas, dan memberikan pengalaman yang positif bagi pelanggan. 

Menjaga hubungan baik dengan pelanggan sangat penting dilakukan untuk mempertahankan pelanggan potensial Anda.

Jadi, menjalankan bisnis bukan hanya tentang menjual produk, melainkan juga menjaga hubungan baik dengan pelanggan.

Beberapa contoh yang dapat Anda lakukan adalah dengan memberikan penawaran khusus, memberikan informasi via newsletter, atau yang lainnya.

5. Customer segments

Segmen ini mengidentifikasi target audiens yang ingin Anda tuju dan tentunya relevan. 

Jadi, Anda perlu tahu siapa yang paling membutuhkan produk Anda, masalah seperti apa yang mereka hadapi, dan bagaimana cara Anda dalam menyelesaikan masalah atau memenuhi kebutuhan mereka.

6. Key resources

Dalam menjalankan bisnis, diperlukan berbagai sumber daya demi mencapai kesuksesan.

Sumber daya manusia, aset, kendaraan sebagai operasional, hingga sumber daya fisik misalnya untuk lokasi bisnis.

Hal ini penting karena sangat memengaruhi value proposition bisnis Anda. Jadi, tentukan segmen key resources ini dengan baik.

7. Distribution channels

Pada bagian distribution channels, Anda mesti menentukan saluran-saluran yang dipilih untuk menjangkau konsumen.

Ada berbagai saluran yang bisa dipilih, seperti media sosial, website, media luar ruang, dan sebagainya.

Dengan mengetahui saluran yang tepat, bisnis akan lebih mudah diketahui oleh target audiens Anda.

8. Cost structure

Untuk menjalankan bisnis yang sesuai dengan value proposition, Anda tentu membutuhkan biaya operasional.

Pemetaan biaya terdapat pada segmen ini, di mana Anda perlu menentukan pengeluaran apa saja yang akan dibutuhkan pada tiap segmen key activities, key resources, hingga distribution channels.

Mengetahui segmen cost structure akan membantu Anda dalam perencanaan modal yang baik.

9. Revenue streams

Segmen ini memetakan bagaimana bisnis Anda dapat menghasilkan uang. Caranya, tentukan produk apa saja yang ingin dijual, dan pastikan Anda tahu bagaimana cara mendapatkan penghasilannya.

Misalnya Anda tidak hanya ingin mengandalkan penjualan produk sebagai sumber penghasilan utama, Anda bisa menawarkan program pelatihan berbayar sebagai sumber penghasilan lainnya.

Dengan begitu, pendapatan yang didapat benar-benar maksimal. Namun, pastikan Anda tetap menjalankannya di bawah prinsip value proposition.

Sembilan segmen pada business model canvas ini menjadi sebuah panduan bisnis Anda karena di dalamnya terdapat rancangan yang terstruktur.

Semua segmen di dalam business model canvas saling berkaitan sehingga Anda tidak akan kesulitan dalam menjalankan bisnis.

Jadi, apakah Anda ingin mengadopsi business model canvas untuk merancang persiapan bisnis?