Jakarta, FORTUNE - Laba bersih PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) bertumbuh 166,96 persen (YoY) dari Rp680,41 miliar menjadi Rp1,82 triliun pada kuartal I 2026.
Kenaikan laba tersebut dibarengi dengan peningkatan penjualan neto, dari sebelumnya Rp14,33 triliun pada kuartal-I 2025 menjadi Rp17,71 triliun pada periode yang sama tahun ini.
Penjualan neto JPFA meningkat berkat penguatan seluruh segmen operasi grup. Segmen pembibitan unggas mencatatkan pertumbuhan tertinggi, yakni 29,8 persen (YoY) menjadi Rp1,09 triliun. Namun, kontribusi terbesar masih berasal dari segmen peternakan komersial, yang melaporkan penjualan Rp7,04 triliun, naik 26,29 persen.
Sementara itu, segmen operasi lainnya meraih penjualan sebagai berikut:
Pakan ternak: hampir Rp4,87 triliun (naik 25,62 persen, YoY).
Pengolahan hasil peternakan dan produk konsumen: hampir Rp3,19 triliun (naik 24,64 persen, YoY).
Perdagangan dan lain-lain: Rp617,53 miliar (naik 5,07 persen, YoY).
Budidaya perairan: Rp1,22 triliun (naik 4,36 persen, YoY).
Perseroan membukukan pertumbuhan tersebut walaupun bebannya meningkat. Beban pokok penjualannya, misalnya, naik 13,4 persen (YoY). Begitu pula dengan beban penjualan dan pemasaran serta beban umum dan administrasi yang masing-masing naik 20,5 persen (YoY) dan 21,08 persen (YoY).
Dari segi neraca keuangan, JPFA mencatatkan aset senilai Rp39,33 triliun pada akhir Maret 2026, menurun 1,8 persen (YtD). Di sisi lain, liabilitas perseroan tumbuh 13,6 persen (YtD) menjadi Rp17,31 triliun. Itu meliputi liabilitas jangka pendek sebesar Rp11,2 triliun (turun 32,2 persen, YtD) dan liabilitas jangka panjang senilai Rp6,11 triliun (naik 73,4 persen, YtD).
Sejalan dengan itu, jumlah ekuitas perseroan juga meningkat 10 persen (YtD) menjadi Rp22,02 triliun.
Saham JPFA naik 0,39 persen ke harga Rp2.550 pada akhir perdagangan sesi I, Senin (18/5). Dikutip dari IDX Mobile, volume transaksi JPFA mencapai 9,45 juta saham; dengan nilai transaksi Rp24,1 miliar; dan frekuensi transaksi 3,05 ribu kali.
