Di sisi pengembangan usaha, PGE mempercepat pembangunan PLTP Lumut Balai Unit 3 dan 4 di Muara Enim, Sumatra Selatan. Masing-masing unit memiliki kapasitas 55 megawatt (MW).
Setelah memperoleh persetujuan Final Investment Decision (FID) untuk Unit 3 pada kuartal I 2026, PGE memulai pengeboran pada 8 Juli 2026 di sumur LMB 19-3 di Desa Babatan, Kecamatan Semende Darat Ulu. Pengeboran sumur kedua, LMB-19.4, dimulai pada 17 September 2026.
Pengembangan tersebut mendapat dukungan melalui masuknya PLTP Lumut Balai Unit 3 dan 4 ke dalam Green Book 2026 Kementerian PPN/Bappenas pada Juni 2026. Status tersebut membuka akses terhadap potensi pinjaman luar negeri senilai US$158,86 juta untuk Unit 3 dan US$148,97 juta untuk Unit 4.
Selain Lumut Balai, sejumlah proyek lain juga berada dalam tahap pengembangan. Tarif proyek Lahendong Low Pressure berkapasitas 15 MW telah disepakati pada April 2026. Proyek co-generation dengan kapasitas total 230 MW menargetkan penandatanganan perjanjian jual beli listrik (PPA) pada kuartal IV 2026.
Sementara itu, proyek Gunung Tiga di Ulubelu dengan kapasitas 2 x 27,5 MW menjadwalkan uji produksi sumur GTG-B1 pada Oktober 2026 dan menargetkan commercial operation date (COD) pada 2029.
Direktur Utama PGE Ahmad Yani mengatakan pengembangan pembangkit panas bumi menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional melalui pasokan listrik yang bersih dan andal.
“Sebagai world leading geothermal producer, PGE memahami bahwa ketahanan energi nasional memerlukan pasokan listrik yang tidak hanya bersih, tetapi juga stabil dan andal,” kata Ahmad.
Menurutnya, kinerja operasional dan perkembangan sejumlah proyek menjadi fondasi bagi pertumbuhan PGE secara berkelanjutan.