Pertamina Geothermal Energy (PGE) Serahkan Dokumen Teknis Proyek PLTP Bukit Daun
- Pertamina Geothermal Energy (PGE) menyerahkan dokumen teknis proyek PLTP Bukit Daun kepada PLN, menandai kesiapan menuju fase konstruksi dan operasi komersial pembangkit energi panas bumi tersebut.
- Proyek berkapasitas total 60 MW ini akan memperkuat sistem kelistrikan Bengkulu serta mendukung peningkatan bauran energi bersih nasional sesuai dorongan pemerintah terhadap pengembangan EBT.
- PGE dan PLN kini memasuki tahap evaluasi teknis dan komersial mendalam untuk memastikan proyek berjalan ekonomis, andal, serta berkelanjutan di wilayah kerja panas bumi Hululais, Bengkulu.
Jakarta, FORTUNE - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) mengabarkan telah menyerahkan dokumen teknis proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Bukit Daun kepada PT PLN (Persero).
Penyerahan dokumen ini menandai kesiapan PGE memasuki fase konstruksi serta operasi komersial. Dokumen ini merupakan persyaratan utama dalam proses evaluasi PT PLN (Persero) terkait pembelian listrik dari pembangkit Energi Baru dan Terbarukan (EBT) melalui skema total proyek yang akan dituangkan dalam Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL).
Dengan diserahkannya dokumen tersebut, proyek Bukit Daun memasuki proses penilaian menyeluruh dari sisi teknis, keekonomian, hingga kesiapan integrasi ke sistem kelistrikan. Adapun proyek PLTP Bukit Daun ini berkapasitas 2x25 megawatt (MW) dan dan 2x5 MW.
Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Edwil Suzandi mengatakan, PLTP Bukit Daun akan memperkuat keandalan sistem kelistrikan Bengkulu dan sekitarnya, sekaligus mendukung peningkatan bauran energi bersih nasional.
"Sejak 2017, proses eksplorasi di area ini telah berjalan untuk mengoptimalkan sumber daya di area Hululais. Dengan semakin kuatnya dorongan pemerintah terhadap peningkatan bauran EBT, kami menilai momentum saat ini tepat untuk melakukan akselerasi pengembangan," katanya dalam keterangan resmi, Kamis (5/3).
PGE bersama PLN akan melanjutkan evaluasi teknis dan komersial secara lebih mendalam, mencakup kajian reservoir, perancangan fasilitas produksi, hingga skema interkoneksi ke system kelistrikan regional. Tahapan ini merupakan fondasi penting untuk memastikan proyek berjalan secara ekonomis, andal, serta berkelanjutan dalam jangka panjang.
Proyek PLTP Bukit Daun berada di dalam Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Hululais mencakup Kabupaten Rejang Lebong dan Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu. Kawasan tersebut merupakan salah satu potensi panas bumi strategis di Sumatra yang berada pada sistem gunung berapi nonaktif dengan karakteristik geologi yang mendukung terbentuknya sumber daya panas bumi.
Di wilayah yang sama, PGE juga tengah mengembangkan PLTP Hululais Unit 1 dan 2 berkapasitas 110 MW sebagai bagian dari penguatan portofolio dan komitmen jangka panjang perseroan dalam transisi energi nasional.
Saat ini, PGE mengelola kapasitas terpasang sebesar 727 MW yang tersebar di enam wilayah operasi serta mengembangkan sejumlah proyek strategis lainnya, termasuk proyek co-generation bersama PLN Indonesia Power dengan total kapasitas mencapai 230 MW.
















