Comscore Tracker
BUSINESS

Hutama Karya Siapkan Strategi 2022, Fokus Tuntaskan Tol Trans Sumatra

Perusahaan beroleh kontrak berdampak ke kinerja keuangan.

Hutama Karya Siapkan Strategi 2022, Fokus Tuntaskan Tol Trans SumatraPetugas Rescue Hutama Karya Ruas Tol Terbanggi memperagakan penggunanaan peralatan Rescue saat apel kesiapan jalan tol menghadapi libur Natal dan Tahun Baru 2022 di Tulangbawang Barat, Lampung, Senin (20/12/2021). ANTARA FOTO/Ardiansyah/hp.

by Luky Maulana Firmansyah

Jakarta, FORTUNE – PT Hutama Karya (Persero) menyatakan telah menyiapkan strategi untuk memenuhi sejumlah target tahun depan. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor konstruksi ini juga telah menyelesaikan sejumlah proyek strategis maupun kontrak sepanjang tahun ini.

“Selain fokus pada pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) khususnya tahap satu pembangunan 8 ruas konstruksi, perusahaan juga mempercepat pembangunan JTTS, penyelesaian desain, dan pembebasan lahan di ruas prioritas,” kata Direktur Utama Hutama Karya, Budi Harto, dalam keterangan kepada wartawan, seperti dikutip pada Kamis (23/12).

Menurut Budi, perseroan juga akan meningkatkan produktivitas konstruksi pada lahan yang sudah bebas, mempercepat perizinan berkenaan dengan pihak eksternal seperti Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), dan Barang Milik Negara (BMN).

Perusahaan juga berfokus pada proyek non badan usaha jalan tol (non-BUJT) lainnya, yaitu jalan, jembatan, EPC, serta prasarana perhubungan, tambahnya. BUMN ini juga akan mengoptimalkan peluang kontrak baru baik dari pemerintah, BUMN, maupun swasta. Raihan kontrak baru akan banyak didukung dari proyek non-JTTS khususnya road & related building selaras dengan fokus perseroan.

Di luar itu, sebagai BUMN yang memandang penting dampak teknologi ke efisiensi kinerja, Hutama Karya telah memanfaatkan sejumlah teknologi mutakhir, seperti penerapan Building Information Modelling (BIM) dan LiDAR pada tahap perencanaan hingga pembangunan konstruksi.

Berdasarkan laporan keuangan, Hutama karya pada semester satu 2021 rugi Rp1,21 triliun. Kerugiannya itu membengkak 23,7 persen dari Rp974,95 miliar pada periode sama tahun lalu. Pendapatan BUMN ini turun 0,7 persen menjadi Rp7,92 triliun.

Posisi kas dan setara kas HK juga menipis dengan hanya bersisa Rp7,11 triliun, atau terkoreksi 40,7 persen setahunan. Namun, perusahaan masih membukukan kenaikan aset 4,9 persen menjadi Rp110,53 triliun.

Sebelumnya, pemerintah bersama Komisi XI DPR RI pada Rabu (15/12) menyetujui tambahan penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp9,1 triliun untuk Hutama Karya. BUMN ini ditugaskan untuk melanjutkan pembangunan JTTS untuk empat ruas: Medan-Binjai, Pekanbaru-Dumai, Kuala Tanjung-Parapat, dan Binjai-Langsa.

Dari proyek hingga kontrak

Hutama Karya berhasil menyelesaikan sejumlah proyek strategis nasional (PSN) dan infrastruktur jasa konstruksi lainnya, kata Budi. BUMN tersebut hingga akhir tahun ini, misalnya, telah membangun sepanjang 626 KM JTTS.

Perusahaan pada Juni 2021 juga merampungkan Bandara Jenderal Besar Soedirman di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Lalu, pada Juli tahun sama, terdapat proyek Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Parmonangan-2 di Tapanuli Utara, Sumatra Utara. Kemudian, penyelesaian Bendungan Bendo di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur dan Bendungan Gongseng di Bojonegoro.

Budi menambahkan nilai kontrak konstruksi sepanjang 2021 mencapai Rp8,45 triliun, terdiri dari kerja sama operasional (KSO) Rp4,42 triliun dan non-KSO Rp 4,03 triliun. Perusahaan pun meraih kenaikan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA) 36,7 persen. Sedangkan, ekuitas (modal) perusahaan tumbuh hingga 13,1 persen.

Di luar JTTS, pada 2021, HK meraih sebanyak 22 kontrak baru, terdiri dari 14 proyek infrastruktur, 5 proyek gedung, dan 3 proyek EPC. Hingga akhir tahun ini, terdapat 70 proyek konstruksi yang masih berlangsung seperti 18 proyek EPC, 12 proyek gedung, dan 40 proyek infrastruktur dari Aceh hingga Papua.

Sejumlah proyek yang diteken selama 2021 di antaranya MRT CP 203 (Rp1,4 triliun), ITDC Mandalika (Rp 376 miliar), Jembatan Kretek Bantul (Rp 171 miliar), Bendungan Ameroro Sulteng (Rp306 miliar), Dermaga Sanur (Rp 205 miliar).

Sedangkan untuk proyek yang masih berjalan di antaranya Runway Bandara Internasional Lombok, Bendungan Way Apu, Simpang Susun Romokalisari di Jalan Tol Surabaya–Gresik, konstruksi pada Tol Seberlawan–Siantar.

Related Articles