Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
merger adalah
ilustrasi merger perusahaan (unsplash/sebastian herrmann)

Jakarta, FORTUNE - Aktivitas merger dan akuisisi (M&A) global diperkirakan melanjutkan momentumnya pada 2026, setelah mencatat rebound tajam sepanjang 2025. Nilai transaksi global melonjak 40 persen menjadi US$4,9 triliun pada 2025, tertinggi kedua sepanjang sejarah, menurut laporan Global M&A Report 2026 yang dirilis Bain & Company.

Survei Bain terhadap 300 eksekutif M&A menunjukkan optimisme yang kuat. Sebanyak 80 persen responden memperkirakan aktivitas transaksi akan bertahan atau bahkan meningkat pada 2026. Kondisi ini ditopang perbaikan lingkungan makroekonomi serta akumulasi aset private equity dan venture capital yang siap dilepas. Di saat yang sama, para pemimpin lintas industri menilai banyak model bisnis tradisional telah mencapai batas mesin pertumbuhan historisnya.

“Seluruh prasyarat untuk satu tahun M&A yang solid kembali telah tersedia, menyusul rebound mendekati rekor tahun lalu,” ujar Suzanne Kumar, Executive Vice President Global M&A and Divestitures Practice Bain & Company, dalam keterangan resmi, Rabu (28/1).

“Perusahaan perlu segera bertransformasi untuk mengantisipasi disrupsi teknologi, ekonomi pascaglobalisasi, dan pergeseran sumber laba. M&A akan memainkan peran kunci dalam proses reinventing tersebut pada 2026," katanya, menambahkan.

Menurut Bain, dampak disrupsi teknologi, geopolitik, dan pergeseran profit pool menjadi semakin tak terelakkan sejak 2025. Memasuki 2026, M&A diproyeksikan bergeser dari sekadar respons defensif menjadi instrumen strategis untuk secara proaktif membentuk ulang arah bisnis dan portofolio perusahaan.

Kemajuan teknologi mulai dari kecerdasan buatan (AI), robotika, hingga komputasi kuantum diperkirakan memberi pengaruh besar terhadap transaksi tahun ini. Hampir separuh transaksi di sektor teknologi kini telah memiliki unsur AI, dan tren tersebut diprediksi terus menguat seiring perusahaan memburu aset talenta serta kapabilitas teknologi. Di luar sektor teknologi, transaksi juga meningkat di kalangan perusahaan yang ingin mempercepat pembangunan solusi digital.

Proyeksi tantangan dan strategi M&A pada 2026

Editorial Team