ilustrasi mobil listrik (pexels.com/Kindel Media)
Choi menambahkan, tren yang terjadi di 2025 menegaskan pergeseran minat konsumen ke produk ban performa tinggi sekaligus menunjukkan relevansi portofolio Hankook dengan arah elektrifikasi kendaraan saat ini.
Untuk itu, HTSI memfokuskan strategi pada perluasan pasar domestik serta peningkatan kesiapan bisnis menghadapi 2026. Perusahaan optimis terhadap prospek pertumbuhan industri ban nasional, khususnya di segmen EV dan SUV yang dinilai memiliki potensi jangka panjang.
“Kami tetap optimis terhadap prospek industri ban di Indonesia di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang. Pertumbuhan signifikan permintan ban kendaraan listrik hingga akhir 2025 menjadi fondasi kuat, dengan produk premium seperti Hankook iON untuk EV dan Dynapro di segmen SUV diproyeksikan sebagai pendorong utama pertumbuhan,” jelas Choi.
Menurut Choi, strategi tersebut juga merupakan respon Hankook terhadap tantangan ekonomi global dan domestik dengan tetap mengedepankan efisiensi operasional, inovasi produk, serta penyesuaian strategi sesuai dengan karakteristik pasar lokal.
Tak dapat dipungkiri, saat ini tengah terjadi perlambatan pasar kendaraan baru. Untuk itu, Hankook melihat peluang pertumbuhan pada segmen ban pengganti (replacement). Konsumen cenderung mempertahankan kendaraan yang dimiliki lebih lama, sehingga kebutuhan akan ban pengganti diperkirakan terus meningkat. Pada 2025, segmen replacement mencatat kinerja yang sangat positif dan menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan perusahaan menuju 2026.
Menatap 2026, Hankook menegaskan komitmennya terhadap Indonesia sebagai pasar strategis jangka panjang, baik dari sisi manufaktur maupun pengembangan pasar. Sinergi antara PT Hankook Tire Indonesia (HTI) dan Hankook Tire Sales Indonesia (HTSI) menjadi fondasi utama dalam mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.