Jakarta, FORTUNE - Kepemimpinan yang kuat dalam organisasi besar bukan sekadar urusan struktur atau pengawasan ketat. Managing Director Lubricants Shell Indonesia, Andri Pratiwa, menegaskan fondasi tim yang tangguh bermula dari sebuah tujuan atau purpose.
Tanpa arah yang dipahami bersama, organisasi mustahil bergerak dalam satu irama. Pemimpin tidak boleh hanya berhenti pada pemberian instruksi atau penetapan standar operasional. Menurut Andri, esensi kepemimpinan terletak pada kemampuan menciptakan dan menurunkan purpose ke seluruh jenjang organisasi.
“Karena ini saya berilustrasi kenapa purpose itu penting all the way top to the bottom,” ujar Andri saat menjadi narasumber Fortune Indonesia Summit 2026 pada sesi Crafting the New Way of Leadership di The Westin Jakarta, Kamis (12/2).
Guna menggambarkan urgensi tujuan dalam menyatukan perilaku, Andri membandingkan dua peristiwa besar: Perang Dunia II dan Perang Vietnam. Pada Perang Dunia II, prajurit Amerika Serikat memiliki satu visi kolektif melawan tirani meski secara teknologi belum tentu unggul.
Kondisi tersebut kontras dengan Perang Vietnam. Banyak tentara dikirim ke medan tempur tanpa memahami alasan keberadaan mereka di sana. “It’s all about the purpose,” kata Andri.
Prinsip filosofis ini pula yang menjadi mesin penggerak Shell Indonesia. Dahulu, Indonesia dipandang sebagai pasar kecil dalam peta bisnis pelumas global. Namun, perusahaan menetapkan visi besar untuk membawa nama Indonesia mendunia. Hasilnya, energi kolektif tersebut membawa perubahan signifikan pada posisi tawar perusahaan.
“Indonesia menjadi the largest investment country sekaligus the fastest growing market di bisnis pelumas Shell global,” kata Andri.
