Jakarta, FORTUNE - PT Sarinah (Persero) membidik peningkatan kunjungan hingga 20 persen sepanjang Ramadan dan menjelang Lebaran 2026. Optimisme manajemen BUMN ritel ini didasarkan pada tiga faktor utama: pencairan Tunjangan Hari Raya (THR), tren work from anywhere (WFA), serta pemulihan mobilitas masyarakat lintas kota.
Direktur Utama Sarinah, Raisha Syarfuan, menjelaskan bahwa pihaknya telah memproyeksikan puncak kepadatan trafik akan terjadi pada 6–13 Maret 2026, dengan perkiraan pertumbuhan 15–20 persen.
“Ini hal yang sangat amat baik karena kami sekarang kurasi jauh lebih banyak, lebih beragam, dan bisa dinikmati seluruh masyarakat Indonesia,” kata Raisha dalam konferensi pers di Gedung Sarinah, Jakarta, Rabu (4/3).
Guna merespons momentum cairnya THR, Sarinah meluncurkan inisiatif bertajuk "Malam Berkah Extra" yang dijadwalkan pada 6–8 Maret. Dalam program ini, seluruh jenama diwajibkan menghadirkan stimulus belanja berupa diskon hingga 50 persen pada pukul 20.00–22.00 WIB.
Bagi mitra jenama yang tidak menerapkan diskon besar, Sarinah mewajibkan skema promosi alternatif seperti gift with purchase untuk memastikan daya tarik tetap kompetitif.
“Kami harapkan saat THR sudah cair dan WFA mulai, konsumen sudah tahu apa yang ingin dibeli. Kami ingin memberikan yang terbaik bagi pengunjung,” ujar Raisha.
Di tengah persaingan ketat dengan pusat perbelanjaan swasta dan platform e-commerce, Sarinah mewujudkan "Gema Lentera Ramadan", yang mencakup aktivasi budaya seperti pawai obor di area gedung untuk menghadirkan atmosfer Ramadan yang autentik.
Raisha mengakui adanya pergeseran preferensi fesyen konsumen dalam setahun terakhir, baik dari sisi palet warna maupun siluet. Menanggapi tren tersebut, Sarinah secara konsisten mengedukasi pasar lewat kurasi berbasis budaya Nusantara.
“Tahun ini kami memakai tema Sumatra Selatan dan songket. Itu menunjukkan keragaman budaya yang tetap relevan dengan kebutuhan keluarga saat Ramadan,” katanya.
Raisha menegaskan bahwa kekuatan Sarinah terletak pada pengalaman menyeluruh yang tidak dapat direplikasi oleh platform digital. Melalui integrasi pameran, bazar, dan aktivasi budaya, Sarinah berupaya menciptakan keterikatan emosional dengan pengunjung.
“Target kami datang bukan hanya untuk membeli barang, tapi untuk menikmati suasana Ramadan. Kami fokus pada experience—bagaimana merayakan hari-hari penting itu di Sarinah dengan unsur budaya yang kuat,” ujarnya.
