Jakarta, FORTUNE - President Director PT Senayan Trikarya Sempana, Kazuhito Shibuya, mengatakan bahwa perusahaan telah mengucurkan dana sebesar Rp20 miliar dalam rangka meningkatkan fasilitas untuk memperoleh sertifikasi GREENSHIP Existing Building (EB) Platinum dari Green Building Council Indonesia, yang telah diraih oleh gedung perkantoran Sentral Senayan I.
“Investasi kita Rp20 miliar untuk meningkatkan sistem, kita investasi solar panel,” ujarnya saat ditemui usai agenda Sentral Senayan Greenship di Jakarta, Rabu (15/4).
PT Senayan Trikarya Sempana memperluas instalasi energi terbarukan di seluruh kompleks Senayan Square melalui program panel surya tiga tahap. Inisiatif ini dimulai dengan Fase-1, yang memasang sistem fotovoltaik surya 335 kWp di Sentral Senayan I dan Sentral Senayan II pada akhir 2023.
Setelah itu, pada fase 2, panel surya dipasang di gedung Parkir Plaza Senayan, yang menambah kapasitas 500 kWp. Sistem ini terdiri dari 968 panel, masing-masing dengan daya 550 watt, dudukung oleh lima invester Huawei untuk mengatur aliran energi.
Sementara itu, fase 3, yang selesai pada April 2026, menambahkan kapasitas lebih lanjut sebesar 300 kWp di Sentral Senayan III. Instalasi ini terdiri dari 604 panel surya, masing-masing dengan daya puncak 550 watt, didukung oleh tiga inverter Huawei.
Sementara itu, ia menilai bahwa sertifikat hijau ini tidak akan berpengaruh ke harga rental. Meski demikian, sertifikat hijau akan menggaet lebih banyak tenant yang fokus pada sertifikat hijau dan juga berkontribusi ke pemanasan global.
Setelah Central Senayan Tower I, Kazuhito membidik sejumlah gedung lain yang akan mendapatkan sertifikat hijau tersebut.
“Target berikutnya adalah tower 2, lalu 3,” katanya.
Terdapat sejumlah fasilitas lain yang ditingkatkan oleh perusahaan seperti peningkatan chiller dan sistem Variable Air Volume (VAV) telah mengurangi konsumsi energi pendinginan lebih dari 12 persen. Selain itu, perusahaan melakukan transisi ke pencahayaan LED yang telah menurunkan konsumsi energi secara keseluruhan dan beban termal gedung.
Di samping itu, dengan skor sertifikasi 90 poin, gedung ini beroperasi jauh di bawah konsumsi energi rata-rata nasional untuk gedung perkantoran di Indonesia, yang diperkirakan 232 kWh/m2 per tahun.
