ASSA Suntik Modal Ke Anak Usaha Properti Rp54 Miliar

- ASSA menyuntikkan modal senilai Rp 20 miliar ke anak usahanya, PT Adi Sarana Properti.
- Setelah transaksi, modal dasar ASP meningkat menjadi Rp200 miliar dengan kepemilikan ASSA mencapai 51,67 persen.
- Pendapatan konsolidasi ASSA tumbuh 21 persen menjadi Rp4,41 triliun dengan bisnis penyewaan kendaraan yang stabil.
Jakarta, FORTUNE - Emiten rental kendaraan korporasi dan logistik Anteraja, PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) menyuntikan modal tambahan kepada entitas usahanya PT Adi Sarana Properti (ASP) senilai Rp 20 miliar.
Sekretaris Perusahaan Adi Sarana Armada Jerry Fandy Tunjungan menjelaskan pada 11 Februari lalu, ASSA melakukan peningkatan modal kepada anak usahanya di bidang properti tersebut.
“ASP dalam menjalankan usahanya membutuhkan tambahan modal, yang dimana diharapkan dapat memberikan kontribusi positif kepada perseroan,” kata Jerry dalam keterbukaan informasi Rabu (11/2).
Menurut data keterbukaan informasi, sebelum transaksi, modal dasar di Adi Sarana Properti sebesar Rp40 miliar dengan modal ditempatkan dan disetor penuh mencapai Rp40 miliar . Di mana, ASSA memegang 20 persen saham di anak usaha tersebut.
Prodjo Sunarjanto tercatat menggenggam 50 persen saham, diikuti Judianto 10 persen dan Hasan Hardjono 20 persen.
Setelah transaksi suntikan dana oleh ASSA, modal dasar ASP meningkat Rp200 miliar. Sementara, modal ditempatkan dan disetor mencapai Rp120 miliar.
Berdasarkan susunan pemegang saham, kepemilikan ASSA di PT Adi Sarana Properti Mencapai 51,67 persen. Sementara, kepemilikan Prodjo Sunarjanto terdilusi menjadi 31,67 persen, Judianto 3,33 persen dan Hasan Hardjono 13,33 persen.
Transaksi afiliasi ini tidak memiliki Benturan Kepentingan sebagaimana didefinisikan dalam POJK 42 Tahun 2020 sehingga tidak memerlukan persetujuan pemegang saham independen dalam Rapat Umum Pemegang Saham sebagaimana diatur di dalam POJK 42 Tahun 2020.
Sampai dengan kuartal ketiga tahun ini, ASSA mencatat kinerja yang mengesankan
dengan pendapatan konsolidasi yang tumbuh 21 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (YoY) menjadi Rp4,41 triliun.
Seluruh lini bisnis ASSA menunjukkan pertumbuhan positif, termasuk lini bisnis
penyewaan kendaraan dan autopool. Lini bisnis ini membukukan Rp1,2 triliun atau naik 4 persen YoY serta berkontribusi sebesar 34 persen terhadap total pendapatan perusahaan. Bisnis penyewaan dan autopool stabil karena ditopang pelanggan B2B dengan kontrak tahunan yang menjaga tarif dan utilisasi tetap solid.
“Pencapaian pertumbuhan ini menjadi sinyal kuat bahwa kebutuhan akan layanan sewa kendaraan ASSA terus meningkat. Didukung dengan proyeksi bisnis penyewaan kendaraan yang terus berkembang, ASSA mengambil langkah peremajaan dan penambahan armada baru untuk menjaga momentum kinerja positif hingga beberapa tahun ke depan,” ujar Direktur Utama ASSA, Prodjo Sunarjanto.


















