Deltamas (DMAS) Bukukan Marketing Sales Rp1,6 Triliun Sepanjang 2025

- PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) mencatatkan marketing sales sebesar Rp1,6 triliun pada 2025.
- Sektor industry Data Center menjadi contributor terbesar dengan 60% penjualan lahan industri.
- DMAS mengoperasikan Security, Fire, and Command Center serta Water Treatment Plant (WTP) Recycle untuk mendukung program Zero Run Off Water Discharge.
Jakarta, FORTUNE - PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) mengantongi marketing sales sebanyak Rp1,6 triliun pada sepanjang 2025. Capaian tersebut tidak mencapai target yang ditetapkan perseroan sebesar Rp1,81 triliun.
Direktur dan Sekretaris Perusahaan DMAS, Tondy Suwanto, menjelaskan penjualan lahan indutri menjadi penyumbang utama atas penjualan prapenjualan. Sepanjang 2025, DMAS menjual sekitar 46 hektar lahan industri.
"Sektor industry Data Center menjadi kontributor terbesar yaitu sekitar 60 persen dari penjualan lahan industri kami di tahun 2025, di samping sektor FMCG, F&B dan sektor lainnya," kata Tondy dalam keterangan resmi, Selasa (10/2).
Selain lahan industri, Tondy menyebut prapenjualan juga didukung oleh penjualan sektor komersial serta penjualan pada sektor hunian yakni ramah tapak.
Pada 2025 DMAS juga mengoperasikan Security, Fire, and Command Center yang merupakan inovasi di bidang keamanan digital. Kemudian beroperasinya Water Treatment Plant (WTP) Recycle yang dikelola secara mandiri sebagai dukungan terhadap program Zero Run Off Water Discharge. Selain itu, perseroan mengembangkan tempat pembuangan sampah terpadu untuk mendukung program zero waste.
"Kami berkomitmen untuk tetap mengembangkan kawasan industri, hunian, dan komersialnya untuk mewujudkan misi jangka Panjang dalam mengembangkan Kota Deltamas sebagai Kawasan modern," lanjut Tondy.
Deltamas merupakan pengembang kawasan terpadu Kota Deltamas, yang berlokasi di Cikarang Pusat, dengan luas area pengembangan mencapai sekitar 3.200 hektar. Pemegang saham mayoritas dan pengendali dari PT Puradelta Lestari Tbk adalah PT Sumber Arusmulia yang merupakan bagian dari Sinar Mas Land sebesar 57,28 persen, dan Sojitz Corporation 25,00 persen yang merupakan perusahaan general trading dari Jepang dengan jaringan di lebih dari 50 negara di dunia.


















