Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Harga Batu Bara Awal 2026 Naik Tipis, Pasar Masih Dinamis

mou himbara 3.jpg
Angkutan batu bara PT Bukit Asam Tbk (dok. PTBA)
Intinya sih...
  • HBA periode I Februari 2026 naik menjadi 106,11 dolar AS per ton.
  • Pemerintah berencana memangkas produksi 2026 menjadi sekitar 600 juta ton.
  • Permintaan China melemah, ekspor batu bara Indonesia ke China turun 35,5 persen pada Januari.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE — Harga batu bara awal 2026 menunjukkan pergerakan beragam, dengan Harga Batu Bara Acuan (HBA) Indonesia naik pada periode I Februari, sementara harga global di pasar Newcastle dan Rotterdam bergerak fluktuatif.

Pemerintah juga menyiapkan kebijakan pemangkasan produksi nasional untuk menjaga stabilitas harga di tengah dinamika permintaan global.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan HBA periode I Februari 2026 sebesar 106,11 dolar AS per ton. Angka ini lebih tinggi dibandingkan periode II Januari 2026 yang berada di level 104,03 dolar AS per ton.

Kenaikan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 47.K/MB.01/MEM.B/2026 tertanggal 29 Januari 2026.

HBA Februari naik, kategori kalori bergerak variatif

Mengacu laman resmi Kementerian ESDM, pemerintah membagi HBA dalam empat kategori berdasarkan nilai kalori batu bara.

Untuk periode 1–14 Februari 2026, rinciannya sebagai berikut:

  • HBA (6.322 GAR) sebesar 106,11 dolar AS per ton, naik dari 102,03 dolar AS per ton pada periode sebelumnya.
  • HBA I (5.300 GAR) sebesar 73,96 dolar AS per ton, meningkat dari 71,61 dolar AS per ton.
  • HBA II (4.100 GAR) sebesar 48,21 dolar AS per ton, turun dari 48,39 dolar AS per ton.
  • HBA III (3.400 GAR) sebesar 35,83 dolar AS per ton, naik dari 35,38 dolar AS per ton.

Kenaikan HBA terjadi di tengah rencana pemerintah memangkas produksi batu bara nasional menjadi sekitar 600 juta ton pada 2026, turun dari realisasi 2025 yang mencapai 790 juta ton.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya menyampaikan langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keseimbangan pasar global. Total perdagangan batu bara dunia diperkirakan mencapai 1,3 miliar ton per tahun, dengan kontribusi ekspor Indonesia sekitar 514 juta ton.

Harga batu bara global fluktuatif, Newcastle dan Rotterdam bergerak berbeda

Di pasar internasional, harga batu bara Newcastle untuk kontrak Februari 2026 tercatat turun 0,4 persen ke 115,6 per ton pada perdagangan Jumat (6/2). Kontrak Maret 2026 melemah 0,35 dolar AS ke 117,25 dolar AS per ton, sedangkan April 2026 naik tipis 0,25 dolar AS menjadi 117,4 dolar AS per ton.

Sementara itu, harga batu bara Rotterdam untuk Februari 2026 naik 2,35 dolar AS menjadi 102,85 dolar AS per ton. Kontrak Maret menguat 2,8 dolar AS ke 103,1 dolar AS per ton, dan April bertambah 2,65 dolar AS menjadi 102,55 dolar AS per ton.

“Secara year to date (ytd), harga batu bara sudah menguat hampir 9 persen, mencerminkan sentimen pasar yang relatif positif,” ujarnya Research and Development ICDX Girta Yoga kepada Investor Daily, dikutip Rabu (11/2).

“Namun, jika muncul katalis negatif, harga berpotensi terkoreksi ke area support di kisaran 115,00–112,50 dolar AS per ton,” tambahnya.

Menurutnya, faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga meliputi prospek permintaan dari China dan India, kondisi pasokan global termasuk kebijakan produksi Indonesia, kebijakan energi bersih, serta dinamika pasar gas alam.

Permintaan China melemah, ekspor RI turun

Dari sisi permintaan, pasar mencermati perkembangan di China sebagai konsumen utama. Data Refinitiv menunjukkan harga batu bara ditutup di posisi 116,25 dolar AS per ton atau turun 1,06 persen pada Selasa (10/2), setelah sempat naik 0,2 persen sehari sebelumnya.

Laporan pasar menunjukkan trader di China semakin selektif dalam mengikuti tender impor batu bara termal dari Indonesia. Harga batu bara Indonesia dinilai relatif tinggi sehingga arbitrase menjadi kurang menarik.

Indeks CCI untuk batu bara Indonesia dengan nilai kalor rendah (3.800 Kcal/kg NAR) mencapai sekitar 51 dolar AS per ton FOB, tertinggi sejak akhir November tahun lalu, sementara beberapa penawaran untuk pengiriman Maret mencapai 54,5–55 dolar AS per ton FOB.

Penurunan minat impor tercermin dari data pelacakan kargo yang menunjukkan ekspor batu bara Indonesia ke daratan China turun sekitar 35,5 persen secara bulanan pada Januari 2026.

Sejumlah utilitas di China dilaporkan mempertimbangkan penggunaan batu bara domestik yang lebih kompetitif, meski batu bara Indonesia tetap dibutuhkan sebagai blending fuel di beberapa pembangkit.

Di sisi lain, harga batu bara di tingkat mulut tambang (mine-mouth) di kawasan produksi utama China relatif stabil. Stabilitas ini mencerminkan keseimbangan pasokan dan permintaan domestik yang cenderung lemah, dengan aktivitas perdagangan yang terbatas.

Perkembangan kebijakan energi di Amerika Serikat juga menjadi perhatian. Tennessee Valley Authority (TVA) mengisyaratkan peninjauan ulang rencana penutupan dua pembangkit listrik tenaga batu bara, Kingston dan Cumberland, yang sebelumnya dijadwalkan berhenti operasi paling lambat 2035.

Dokumen terbaru menunjukkan kemungkinan penghapusan target tanggal penutupan, dengan tetap mencakup pembangunan pembangkit gas alam di lokasi tersebut.

Pergerakan harga batu bara awal 2026 mencerminkan kombinasi kebijakan produksi domestik, dinamika permintaan Asia, serta arah kebijakan energi di sejumlah negara utama. Melalui kebijakan HBA dan pengendalian produksi pemerintah Indonesia berupaya menjaga stabilitas di tengah kondisi pasar yang berubah cepat.

FAQ seputar harga batu bara awal 2026

Berapa Harga Batu Bara Acuan periode I Februari 2026?

HBA periode I Februari 2026 ditetapkan sebesar 106,11 dolar AS per ton.

Mengapa pemerintah memangkas produksi batu bara 2026?

Pemangkasan dilakukan untuk menjaga stabilitas harga di pasar global.

Bagaimana tren harga batu bara global awal 2026?

Harga global bergerak fluktuatif dengan kontrak Newcastle dan Rotterdam menunjukkan pergerakan berbeda.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yunisda Dwi Saputri
EditorYunisda Dwi Saputri
Follow Us

Latest in Business

See More

Sofitel Bali Nusa Dua Tawarkan Jamuan Romantis Berhadiah Berlian

11 Feb 2026, 15:31 WIBBusiness