Pertamina Genjot Bioavtur Cilacap, Produksi Dibidik 887 Kl Per Hari

- Pertamina mengembangkan proyek bioavtur di Cilacap untuk memproduksi sustainable avition fuel (SAF) berbahan baku used cooking oil (UCO).
- Target peningkatan produksi menjadi 887 kl per hari pada tahun 2029, dari sebelumnya 27 kl per hari.
- Pengembangan SAF berkontribusi pada pengurangan emisi karbon hingga 600 ribu ton CO₂ per tahun dan mendorong penyerapan tenaga kerja sekitar 5.900 orang.
Jakarta, FORTUNE - Pertamina mengembangkan proyek bioavtur/biorefinery di Cilacap untuk memproduksi sustainable avition fuel (SAF) berbahan baku minyak jelantah atau used cooking oil (UCO).
Pengembangan dilakukan melalui pembangunan Biorefinery Cilacap Phase 2 dengan target peningkatan kapasitas menjadi 887 kiloliter per hari pada 2029, dari sebelumnya 27 kiloliter per hari.
Direktur Strategi Portofolio dan Pengembangan Usaha Pertamina, Emma Sri Martini menjelaskan bahwa proyek ini merupakan kelanjutan dari proyek Phase 1 Revamp TDHT Cilacap pengolaha bahan baku minyak jelantah menjadi SAF melalui skema co-processing, yang mana pengerjaannya akan dilakukan secara bertahap.
"Proyek ini memiliki nilai strategis yang kuat, baik dari sisi ketahanan energi, ekonomi, maupun keberlanjutan lingkungan," kata Emma dalam keterangan resmi, dikutip Senin (9/1).
Emma menegaskan bahwa pembangunan bioavtur tersebut merupakan upaya perseroan mengurangi ketergantungan terhadap avtur berbasis fosil, sekaligus menjaga ketahanan pasokan energi aviasi nasional secara berkelanjutan. Selain iu peroyek ini termasuk dalam lima proyek hilirisasi Danantara di sektor energi.
Tak hanya ke sektor energi, PERTAMINA mengklaim dampak proyek ini berpotensi mengerek PDB hingga Rp199 triliun. Dari sisi lingkungan, pengembangan SAF berkontribusi pada pengurangan emisi karbon hingga 600 ribu ton CO₂ per tahun.
Sementara dari sisi sosial, proyek ini diklaim mendorong penyerapan tenaga kerja sekitar 5.900 orang dan berkontribusi terhadap target TKDN sebesar 30 persen. Pertamina juga menjalankan program pengumpulan minyak jelantah dari masyarakat melalui beberapa Bank Sampah Beo Asri yang berlokasi di Kelurahan Tegalreja Kabupaten Cilacap.
"Ini salah satu proyek percontohan yang cukup lengkap, banyak sekali multiplier effect yang kita peroleh. Bisa mengurangi impor, mengurangi current deficit, bisa menciptakan lapangan pekerjaan, menjadi energi hijau yang bisa mengurangi karbon emisi serta sekaligus mengurangi polusi juga yang membuat paru-paru kita sehat,” kata Emma.


















