Krakatau Steel Diklaim Mulai Sehat, Danantara Siapkan Aksi Jitu

- Danantara siapkan pabrik baru untuk Krakatau Steel.
- Krakatau Steel memasuki fase pemulihan finansial setelah intervensi Danantara.
- Proyek hulu menunggu proses groundbreaking dengan target penambahan kapasitas produksi baja sekitar 3 juta ton.
Jakarta, Fortune - Badan Pengelolaan Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mendorong transformasi PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) yang saat ini memasuki fase pemulihan menentukan. Setelah bertahun-tahun menghadapi tekanan industri baja global serta persoalan struktural, emiten baja pelat merah tersebut dinilai mulai menunjukkan fondasi yang jauh lebih kokoh dari sisi keuangan, operasional, maupun tata kelola.
Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menyatakan pemulihan Krakatau Steel merupakan bagian integral dari peta jalan penguatan industri nasional. Langkah perbaikan yang diterapkan selama beberapa tahun terakhir diklaim telah membuahkan hasil nyata, sehingga membawa perusahaan ke tahapan baru yang lebih menjanjikan.
“Krakatau Steel hari ini sudah memasuki fase menuju sehat secara finansial. Danantara telah melakukan intervensi dan perbaikan terhadap kesehatan perusahaan, sehingga Krakatau Steel memiliki dasar yang lebih kuat untuk melangkah ke tahap pengembangan berikutnya,” ujar Dony dalam keterangan resminya, Kamis (5/2).
Sebagai langkah konkret penguatan internal, Danantara melalui PT Danantara Aset Management mengucurkan pinjaman pemegang saham senilai Rp4,9 triliun guna memperkuat likuiditas. Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), dana tersebut dialokasikan sebesar Rp4,18 triliun untuk modal kerja, serta Rp752,8 miliar untuk mendukung program pengunduran diri sukarela dan penyehatan dana pensiun melalui mekanisme lump sum window.
Modal kerja ini difokuskan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku pabrik Hot Strip Mill (HSM), Cold Rolled Coil (CRM), serta kebutuhan produksi pabrik pipa. Intervensi finansial tersebut diharapkan mampu mempercepat agenda penyehatan operasional Krakatau Steel secara menyeluruh.
Memasuki 2026, fokus Danantara bergeser pada penguatan struktur industri baja nasional pada sektor hulu (upstream) sebagai bagian dari agenda hilirisasi. Salah satu langkah strategis yang disiapkan adalah pembangunan fasilitas baru dengan target penambahan kapasitas sekitar 3 juta ton. Proyek hulu ini kini tengah menunggu proses groundbreaking guna memastikan pasokan baja domestik mampu menopang industrialisasi pada berbagai sektor.
Seiring meningkatnya aktivitas industri dan investasi, kebutuhan baja nasional diproyeksikan melonjak signifikan dalam beberapa tahun mendatang. Dalam konteks ini, Krakatau Steel diposisikan kembali sebagai pemasok utama yang memegang peran sentral dalam rantai pasok nasional.
“Dengan munculnya industrialisasi di berbagai sektor, kita tentu membutuhkan suplai baja yang kuat. Krakatau Steel diharapkan dapat mengambil peran penting dalam menjawab kebutuhan tersebut,” kata Dony.

















