Masuk Usia 50 Tahun, Darya-Varia Fokus Diversifikasi dan Kanal Digital

Jakarta, FORTUNE - Pada 2026, PT Darya-Varia Laboratoria Tbk (DVLA) menajamkan strategi diversifikasi bisnis sebagai penopang pertumbuhan di tengah dinamika ekonomi. Pendekatan ini menjadi fondasi perseroan untuk menjaga kinerja sekaligus menangkap peluang di segmen konsumer yang kian kompetitif.
Sepanjang Januari–September 2025, DVLA mencatat pendapatan Rp1,62 triliun atau tumbuh 2,2 persen secara tahunan (year-on-year/YoY). Pada periode yang sama, laba bersih meningkat lebih agresif sebesar 11,5 persen YoY menjadi Rp164,3 miliar. Kinerja tersebut diraih di tengah tekanan ekonomi pada awal tahun lalu.
Portofolio produk yang beragam membuat bisnis tetap resilien. Segmen konsumer atau personal care menjadi kontributor utama penjualan sepanjang 2025 dengan porsi sekitar 15 persen dari total penjualan. Segmen ini mencakup beberapa kategori, mulai dari kesehatan kulit, pernapasan, suplemen, hingga daily relief. Strategi tersebut membuat kinerja perseroan lebih seimbang. Misalnya, Natur-E yang menjadi salah satu produk yang mendorong penjualan. Di samping itu, kategori suplemen melalui produk Enervon, serta sejumlah produk untuk batuk dan flu juga disebut bertumbuh.
Consumer Health Group Division Head PT Darya-Varia Laboratoria Tbk, Jenny Jamin, menyebut kecantikan dan multivitamin masih mendominasi dan menjadi motor pertumbuhan. “Untuk saat ini, untuk consumer health kita melihat sebetulnya yang mana yang lebih besar, yaitu adalah di kecantikan dan multivitamin,” kata Jenny, usai konferensi pers Enervon Nusantara Run, di Jakarta, Rabu (4/2).
Ia menambahkan, kedua kategori tersebut masih akan menjadi tumpuan pada tahun ini. “Kita melihatnya masih sama, karena memang kalau dilihat dari pertumbuhan beauty kategori itu memang masih sangat cukup signifikan ya,” ujarnya.
Menurut Jenny, kebutuhan vitamin juga tetap tinggi, terutama masa Ramadan. Momentum Ramadan juga menjadi periode penting bagi segmen konsumer. Untuk mendorong penjualan, perseroan menjalankan kampanye yang relevan dengan Ramadan melalui kanal digital dan televisi, serta aktivitas below the line. Diproyeksikan kenaikan penjualan multivitamin saat Ramadan bisa mendekati dua kali lipat.
“Biasanya memang kategori multivitamin paling dicari. Mungkin ya kenaikan sekitar hampir dua kali lipat. Konsumen memproteksi diri, kebutuhan menjaga daya tahan tubuh meningkat karena pola makan yang berubah,” ujarnya.
Strategi digital jadi pendorong
Menghadapi 2026, DVLA juga memperkuat kanal digital, terutama untuk produk kecantikan. Jenny menjelaskan pergeseran perilaku konsumen sudah terbaca sejak beberapa tahun terakhir.
“Maka dari itu kita sebetulnya dari beberapa tahun yang lalu kita sudah mempersiapkan untuk kategori terutama kecantikan yang kita punya saat ini, memang kita sudah mulai aktivitinya itu memang fokusnya di digital,” katanya.
Strategi ini menyasar konsumen milenial dan Gen Z yang banyak mencari referensi produk kecantikan melalui platform digital. Sementara itu, untuk multivitamin dan obat bebas, pendekatan masih dilakukan secara kombinasi. “Kalau untuk saat ini yang masih fokus ke digital hanya di kategori kecantikan, tapi multivitamin itu masih kombinasi digital dan juga konvensional ya,” ujarnya,
Di tengah pertumbuhan kanal digital, DVLA juga menyoroti maraknya peredaran multivitamin palsu, terutama di e-commerce. Jenny mengingatkan konsumen untuk lebih waspada. “Sebetulnya memang kalau kita lihat kalau di e-commerce marak produk palsu, apalagi produk impor kita bisa temui bahwa itu banyak yang palsunya,” katanya. Salah satu indikator yang patut dicurigai adalah harga yang terlalu murah.
Untuk meminimalkan risiko, Jenny menekankan pentingnya membeli produk dari penjual terpercaya atau official store. Selain itu, perseroan juga bekerja sama dengan toko daring yang telah terdaftar secara resmi. “Kita punya surat kerja sama yang menyatakan bahwa produk yang kita provide ke toko A misalnya itu adalah produk asli,” kata Jenny.
Tak hanya mendorong kinerja, tahun 2026 juga menjadi momentum penting karena Darya-Varia menapaki usia 50 tahun. Bagi perseroan, perjalanan setengah abad ini dimaknai untuk mendorong gaya hidup sehat di masyarakat. “Usia 50 tahun ini itu merupakan angka yang cukup panjang ya. Perjalanannya pasti tidak mudah,” ujar Jenny.
Dalam rangka perayaan tersebut, Enervon, salah satu merek andalan DVLA menggelar Enervon Nusantara Run bertema “Energi Emas Nusantara”. Ajang fun run ini dirancang inklusif untuk mendorong masyarakat hidup aktif sekaligus merefleksikan keberagaman dan semangat persatuan. Sebagai bagian dari inisiatif sosial, setiap peserta berkontribusi dalam penyaluran 3.000 Enervon Family Immunity Kit bagi keluarga di Papua, Nusa Tenggara, Maluku, Sulawesi Barat, Kalimantan Barat, dan Jakarta. Setiap pelari yang mendaftar dikonversi menjadi satu immunity kit yang didonasikan untuk satu keluarga.
Acara ini diikuti sekitar 3.000 pelari pada kategori 3K dan 5K, dan digelar pada Minggu, 8 Desember 2026, di Taman Mini Indonesia Indah. Melalui perayaan ini, DVLA ingin menegaskan pesan hidup sehat. “Jadi kita mau supaya masyarakat hidup sehat dan menjadikan olahraga itu menjadi bagian dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Jenny.

















