Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

MedcoEnergi Kantongi Pinjaman Jumbo Rp8 T dari BNI

Ijen Geothermal.
Ijen Geothermal. (medcopower.co.id)
Intinya sih...
  • Medco Energi mendapatkan pinjaman Rp8 triliun dari BNI dan Rp800 miliar dari Bank ICBC Indonesia untuk tujuan umum perusahaan.
  • Pada 2025, produksi minyak dan gas MedcoEnergi mencapai 156 ribu barel setara minyak per hari, dengan target produksi tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.
  • MedcoEnergi mencatatkan penjualan listrik sebesar 4.371 GWh pada 2025, dengan pertumbuhan energi terbarukan hingga 25 persen, serta meningkatkan cadangan dan sumber daya.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE — PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mengantongi fasilitas pinjaman senilai Rp8 triliun dari PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) atau BNI.

Corporate Secretary MedcoEnergi Siendy K. Wisandana mengatakan, pemberian fasilitas kredit BNI kepada perseroan yang ditandatangani pada 4 Februari tersebut merupakan kredit term loan untuk tujuan umum perusahaan.

“Jatuh tempo pinjaman 84 bulan sejak tanggal penandatanganan perjanjian kredit,” ujarnya dikutip dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (5/2).

Transaksi ini tidak menimbulkan dampak negatif terhadap perusahaan, melainkan hanya menyebabkan bertambahnya kewajiban keuangan secara material.

Pada tanggal yang sama, Medco menandatangani perjanjian kredit dengan PT Bank ICBC Indonesia sebesar Rp800 miliar. Pemberian fasilitas kredit dari PT Bank ICBC Indonesia tersebut akan digunakan untuk membiayai kebutuhan perseroan untuk belanja modal dan/atau pendanaan umum perusahaan.

“Jatuh tempo 60 bulan dari tanggal pencairan pertama. Tidak terdapat dampak khusus atas penyampaian keterbukaan informasi ini,” kata Siendy.

Kinerja operasional

Sepanjang 2025, MedcoEnergi membukukan produksi minyak dan gas sebesar 156 ribu barel setara minyak per hari (mboepd), berada dalam kisaran target yang telah ditetapkan. Kinerja ini didukung oleh kontribusi proyek-proyek baru di Blok B Natuna serta peningkatan kepemilikan operasi di PSC Corridor menjadi 70 persen. Pada kuartal IV 2025, produksi perseroan mencapai puncaknya dengan rata-rata 176 mboepd, bahkan sempat menyentuh 178 mboepd.

Memasuki 2026, MedcoEnergi menargetkan produksi minyak dan gas pada kisaran 165–170 mboepd, yang akan menjadi tingkat produksi tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.

Di segmen ketenagalistrikan, melalui anak usahanya Medco Power, perseroan mencatatkan penjualan listrik sebesar 4.371 GWh sepanjang 2025. Penjualan energi terbarukan tumbuh hingga 25 persen, terdorong oleh operasional pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Ijen serta pembangkit energi terbarukan baru di Bali Timur.

Tahun ini MedcoEnergi menargetkan penjualan listrik sebesar 4.550 GWh, dengan kontribusi energi terbarukan mencapai 24 persen.

Di sisi lain, kinerja eksplorasi dan pengembangan juga tercermin dari peningkatan cadangan dan sumber daya. Pada akhir 2025, cadangan terbukti dan terduga (2P) MedcoEnergi meningkat menjadi 564 juta barel setara minyak (mmboe), naik dari 493 mmboe pada 2024. Indeks umur cadangan 2P turut meningkat menjadi 11,4 tahun, sementara sumber daya kontinjensi (2C) bertambah menjadi sekitar 1 miliar barel setara minyak, dibandingkan 896 mmboe pada tahun sebelumnya.

Selain pertumbuhan operasional, MedcoEnergi juga mencatatkan total imbal hasil pemegang saham sebesar 27 persen pada 2025. Perseroan mengembalikan dana sebesar US$110 juta kepada pemegang saham, yang terdiri dari dividen sebesar US$80 juta dan pembelian kembali saham senilai US$30 juta.

CEO MedcoEnergi, Roberto Lorato, menyampaikan bahwa perseroan akan tetap berfokus pada penciptaan nilai jangka panjang. “Pada 2026, kami tetap fokus untuk terus menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan melalui pertumbuhan, keunggulan operasional, serta disiplin dalam pengelolaan modal,” ujarnya.

Dengan fondasi operasional yang kuat, MedcoEnergi optimistis dapat menjaga kinerja berkelanjutan di tengah dinamika industri energi global.

Share
Topics
Editorial Team
Ekarina .
EditorEkarina .
Follow Us

Latest in Business

See More

Infrastruktur Digital Bisa Menjadi Penentu Pemerataan Ekonomi

05 Feb 2026, 13:42 WIBBusiness