Jakarta, Fortune- Waralaba restoran Pizza Hut akan menutup sekitar 250 gerai di Amerika Serikat semester I 2026. Upaya ini dilakukan oleh perusahaan induknya, Yum! Brands, untuk gerai-gerai berkinerja buruk sekaligus meninjau kembali strategi jangka panjang merek tersebut.

Dilansir dari Fox Business, Kepala Keuangan Yum! Brands, Ranjith Roy, dalam konferensi laporan keuangan menjelaskan bahwa penutupan akan difokuskan pada restoran Pizza Hut dengan kinerja paling lemah. Kebijakan ini merupakan bagian dari strategi besar untuk memodernisasi jaringan Pizza Hut di AS.

Penutupan tersebut terkait dengan inisiatif bertajuk “Hut Forward”, yang bertujuan menyegarkan strategi pemasaran, memperbarui model restoran, serta meningkatkan kinerja mitra waralaba.

Yum! Brands juga tengah meninjau berbagai opsi strategis lain untuk Pizza Hut, mengindikasikan bahwa perubahan ini bisa menjadi bagian dari restrukturisasi yang lebih mendalam.

Tekanan ini muncul di tengah performa Pizza Hut menurun di pasar domestik AS. Penjualan gerai sejenis (same-store sales) Pizza Hut tercatat menurun, berbanding terbalik dengan merek Yum! lainnya seperti Taco Bell dan KFC yang justru membukukan pertumbuhan solid dan terus memperluas jaringan.

Meski demikian, Yum! menegaskan bahwa Pizza Hut tetap menunjukkan pertumbuhan kuat di pasar internasional.

Pada kuartal keempat, jaringan ini membuka lebih dari 440 gerai baru secara global, dan hampir 1.200 restoran sepanjang tahun 2025 di 65 negara.
Penutupan gerai akan terkonsentrasi pada paruh pertama tahun ini, yang untuk sementara mengurangi jumlah total gerai Pizza Hut secara global. Namun, perusahaan memperkirakan pertumbuhan gerai akan kembali berlanjut pada akhir 2026.

“Untuk menetapkan ekspektasi terhadap metrik bisnis utama Pizza Hut pada 2026 dari sisi unit, kami memperkirakan pembukaan gerai baru secara global akan tetap kuat, yang secara musiman biasanya terjadi pada semester kedua,” ujar Roy.

Langkah ini ditempuh di saat Yum! Brands melaporkan kinerja pendapatan yang solid dan menaikkan dividen. Hal tersebut menegaskan bahwa penutupan gerai Pizza Hut lebih mencerminkan tantangan spesifik merek, bukan kelemahan fundamental di tingkat korporasi.