Ekspansi ke Bandung, FamilyMart Operasikan Tujuh Gerai Sekaligus

- Gerai-gerai di Bandung, Jawa Barat, dibuka setelah ekspansi di berbagai kota lain.
- Pembukaan gerai pertama di Bandung disambut dengan aktivitas kreatif.
- Ekspansi FamilyMart dilakukan dengan hati-hati.
Jakarta, FORTUNE - PT Fajar Mitra Indah (FamilyMart Indonesia) terus memacu pertumbuhan jaringan ritelnya. Setelah mengelola lebih dari 500 unit di berbagai wilayah Indonesia, perusahaan resmi memulai pengoperasian di Kota Bandung dengan membuka tujuh gerai serentak pada Jumat (6/2).
Ketujuh titik penjualan baru tersebut berlokasi di wilayah populer seperti Braga, R.E. Martadinata, Cihampelas, Gatot Subroto, Surya Sumantri, Dago, hingga 23 Paskal. Ekspansi ini menandai kehadiran perdana jaringan convenience store tersebut di Ibu Kota Jawa Barat.
CEO FamilyMart Indonesia, Wirry Tjandra, menyatakan agenda pertumbuhan tidak akan berhenti pada fase awal ini. Perusahaan berkomitmen untuk terus menambah jumlah toko di Kota Kembang.
“Saya merasa Bandung menjadi kota yang istimewa dan sangat tepat untuk kami FamilyMart ada di dalamnya,” ujar Wirry dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (6/2).
Di Bandung, FamilyMart mengusung kampanye kreatif dengan menggandeng seniman lokal. Perusahaan melibatkan musisi untuk menyanyikan jingle di pusat kota serta berkolaborasi dengan pelukis lokal untuk menghias toko di Jalan Braga.
“Pendekatan ini mencerminkan upaya FamilyMart untuk menyatu dengan kultur kreatif Bandung dan memperkenalkan diri sebagai bagian dari keseharian masyarakat kota tersebut,” katanya.
Di balik langkah yang terkesan agresif itu, FamilyMart menerapkan seleksi lokasi sangat ketat. Dalam wawancara dengan Fortune Indonesia pada 2025, Wirry mengatakan berbagai variabel teknis dipertimbangkan secara presisi. Mulai dari posisi ruko terhadap arus jalan, arah pintu masuk, biaya sewa, hingga profil konsumen di sekitar lokasi.
Setiap titik baru membutuhkan proses peninjauan mendalam oleh tim site development selama rata-rata 1,5 bulan. Keberadaan pusat distribusi di wilayah terdekat juga menjadi faktor penting. Tanpa dukungan logistik yang kuat, stabilitas pasokan barang mustahil terjaga.
Hal yang membedakan FamilyMart dari kompetitor utama adalah model bisnisnya. Seluruh gerai dimiliki langsung oleh Wings Group tanpa skema waralaba. Strategi ini menuntut akurasi tinggi dalam pemetaan lokasi guna mencegah kanibalisme pasar antar-toko.
Sejak 2022, FamilyMart juga mengubah arah pendekatan lokasinya. Perusahaan kini lebih aktif menyasar area pinggir jalan (roadside) setelah sebelumnya sangat bergantung pada gedung perkantoran. Perubahan perilaku konsumen pasca-pandemi menjadi pendorong utama pergeseran ini.
FamilyMart merupakan salah satu raksasa convenience store dunia asal Jepang yang berdiri sejak 1973. Di Indonesia, merek ini hadir sejak 2012 di bawah bendera Wings Group. Saat ini, FamilyMart mengoperasikan lebih dari 23.000 gerai di berbagai negara termasuk Tiongkok, Thailand, Malaysia, dan Filipina.

















