Jakarta, FORTUNE - Garuda Indonesia resmi turun peringkat dalam pemeringkatan terbaru dari Skytrax. Maskapai pelat merah itu kini menyandang status maskapai bintang empat, setelah sebelumnya lama berada di jajaran maskapai bintang lima dunia.
Dalam keterangan resminya, Skytrax menyebut Garuda Indonesia kini tersertifikasi sebagai 4-Star Airline untuk kualitas produk bandara dan layanan dalam penerbangan, termasuk pelayanan awak kabin dan staf darat.
Penilaian produk mencakup berbagai aspek, seperti kursi, fasilitas, makanan dan minuman, sistem hiburan dalam pesawat (in-flight entertainment/IFE), hingga kebersihan kabin. Sementara itu, penilaian layanan meliputi kualitas pelayanan awak kabin dan staf darat.
Skytrax menegaskan bahwa Garuda Indonesia sebelumnya merupakan maskapai dengan predikat bintang lima. Namun, maskapai tersebut saat ini tengah menjalani masa restrukturisasi.
“Sebagai mantan maskapai bintang lima, Garuda Indonesia sedang melalui periode restrukturisasi. Banyak produk dalam pesawat serta fasilitas darat di Jakarta dan Denpasar kini sudah sangat usang dan membutuhkan peningkatan serta modernisasi. Karena itu, peringkat Garuda Indonesia diturunkan menjadi maskapai bintang empat,” tulis Skytrax dalam pernyataannya (4/3).
Lembaga pemeringkat berbasis di Inggris tersebut juga mencatat bahwa standar pelayanan staf Garuda Indonesia masih tergolong baik. Namun, standar produk dinilai mengalami penurunan signifikan dalam beberapa tahun terakhir sehingga tidak lagi memenuhi kriteria untuk mempertahankan status bintang lima.
Penurunan peringkat ini menjadi sorotan mengingat Garuda Indonesia selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu maskapai dengan layanan premium di kawasan Asia Pasifik. Status bintang lima sebelumnya menempatkan Garuda sejajar dengan sejumlah maskapai global papan atas dalam hal kualitas layanan dan pengalaman penumpang.
