Kesiapan Haji 2026, Garuda Indonesia Serahkan Mockup Pesawat ke Kemenhaj

- Garuda Indonesia serahkan mockup pesawat B737-500 ke Kemenhaj untuk ditempatkan di Asrama Haji Banda Aceh.
- Mockup pesawat ini akan dimanfaatkan sebagai sarana simulasi manasik dan pengalaman end-to-end perjalanan udara.
- Pesawat PK-GGD memiliki sejarah sendiri, dengan total lebih dari 30 ribu jam terbang, dan telah dioptimalkan oleh Citilink pada tahun 2015.
Jakarta, FORTUNE– Garuda Indonesia bersama anak usahanya Citilink dan GMF AeroAsia, menyerahkan mockup (replika) pesawat B737-500 registrasi PK-GGD kepada Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia untuk ditempatkan di Asrama Haji Banda Aceh.
Mockup pesawat ini akan dimanfaatkan sebagai sarana simulasi manasik dn pengalaman end-to-end perjalanan udara mulai dari proses boarding, pengenalan kabin dan fasilitas pesawat, hingga simulasi disembark di bandara tujuan.
Kehadiran fasilitas ini diharapkan meningkatkan kesiapan, kenyamanan, dan kepercayaan diri jemaah sebelum menempuh perjalanan ibadah ke Tanah Suci.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, mengatakan masyarakat Aceh memiliki peran dan kedekatan penting bagi perjalanan panjang Garuda Indonesia baik secara historis maupun emosional.
“Melengkapi hubungan historis yang panjang antara Garuda Indonesia dan masyarakat Aceh, dengan adanya mock-up pesawat ini Garuda Indonesia dapat turut membantu masyarakat Aceh utamanya untuk semakin mempermudah calon jemaah Haji Aceh dalam mempersiapkan perjalanan menuju Tanah Suci, Mekkah,” kata Glenny dalam keterangan tertulis, Senin (16/2)..
Pesawat PK-GGD memiliki sejarahnya sendiri. Dengan total lebih dari 30 ribu jam terbang, pesawat tersebut kali pertama beroperasi pada tahun 1997 dan setelah melayani hampir dua dekade, pada tahun 2015 pesawat ini resmi dioptimalkan oleh Citilink.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Aceh mengatakan Aceh dan Garuda Indonesia memiliki sejarah yang tidak terpisahkan.
"Adanya pesawat dengan hadirnya mock-up di Asrama Haji Aceh ini dapat membawa manfaat untuk masyarakat Aceh sebagai wadah simulasi untuk calon jemaah haji," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, kehadiran pesawat ini diharapkan memberikan pengalaman manasik yang lebih nyata dan komprehensif bagi calon jemaah haji asal Aceh.
"Pesawat ini bukan sekadar simbol sejarah, tetapi fasilitas pembelajaran yang akan membantu jemaah lebih siap secara mental dan teknis sebelum berangkat ke Tanah Suci,” ungkap Wamenhaj.
Menurutnya, masyarakat Aceh memiliki ikatan historis kuat dengan lahirnya maskapai nasional melalui pesawat pertama, Seulawah RI-001, yang menjadi cikal bakal penerbangan nasional.
Menteri PPN/Kepala Bappenas RI, Rachmat Pambudy menyampaikan pesan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, mengungkapkan penguatan ekosistem penyelenggaraan haji merupakan bagian dari agenda strategis nasional dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Peresmian mock-up pesawat Garuda Indonesia di Asrama Haji Aceh ini bukan hanya simbol kebangkitan Garuda Indonesia, tetapi juga bagian dari transformasi besar penyelenggaraan ibadah haji dan umrah yang menjadi perhatian dan arahan langsung Presiden.
"Pemerintah berkomitmen menghadirkan layanan haji yang profesional, terintegrasi, aman, nyaman, dan memberikan manfaat seluas-luasnya bagi umat," ujar Rachmat Pambudy.
Adapun, pembangunan dan revitalisasi asrama haji dilakukan tidak hanya sebagai tempat transit, tetapi sebagai pusat layanan terpadu untuk pembinaan manasik, pemeriksaan kesehatan, penguatan kesiapan mental spiritual, hingga koordinasi embarkasi.
Dalam momentum yang sama, Garuda Indonesia turut menyerahkan 1.000 Al-Qur’an berbahan daur ulang kepada Asrama Haji Aceh sebagai bagian dari dukungan terhadap kesiapan spiritual jemaah dan seumlah bantuan untuk pemulihan pascabencana di Aceh.

















