Porsi Pembiayaan Berkelanjutan Capai 24,60%, BSI Gandeng BASE

- Pembiayaan berkelanjutan BSI mencapai 24,60% dari total pembiayaan yang telah disalurkan, yakni Rp73,16 triliun per September 2025.
- BSI menerapkan program dan produk ramah lingkungan, termasuk penerbitan Sukuk Sustainability sebesar Rp 3 triliun dan 5 triliun pada tahun 2024 dan 2025.
- BSI menjalin kerjasama strategis dengan BASE untuk memperluas pembiayaan proyek efisiensi energi di Indonesia melalui model Energy Savings Insurance (ESI).
Jakarta, FORTUNE – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatat portofolio pembiayaan berkelanjutan sebesar 24,60 persen dari total pembiayaan yang telah disalurkan, yakni mencapai Rp73,16 triliun per September 2025.
Selain itu, juga menerapkan mengembangkan berbagai program dan produk ramah lingkungan, antara lain penerbitan Sukuk Sustainability dengan dua tahap. Tahap pertama dan kedua Sukuk Sustainability yang diterbitkan berturut-turut sebanyak Rp 3 triliun dan 5 triliun pada tahun 2024 dan 2025.
“Komitmen ini menandai konsistensi perusahaan untuk mengimplementasikan aspek ESG dalam bisnis operasional serta memberikan dampak nyata terhadap pembiayaan berkelanjutan,” kata Wakil Direktur Utama BSI Bob T. Ananta melalui keterangan resmi di Jakarta, Selasa (6/1).
Selain itu, untuk mendorong aksi berkelanjutan, BSI juga menjalin kerjasama strategis dengan Basel Agency for Sustainable Energy (BASE) untuk memperluas pembiayaan proyek efisiensi energi di Indonesia.
Kesepakatan ini menandai komitmen kedua belah pihak dalam menghadirkan pembiayaan proyek Efisiensi Energi (EE) yang lebih luas di Indonesia melalui model de-risking yang menggabungkan kontrak standar, validasi teknis independen, dan asuransi performa (surety bond).
Proyek Efisiensi Energi (EE) ini dilakukan melalui model Energy Savings Insurance (ESI). Melalui model ESI ini dapat dijadikan referensi bagi pengembangan produk pembiayaan hijau atau efisiensi energi, sejalan dengan komitmen keberlanjutan yang telah dijalankan.
“Melalui inisiasi Energy Savings Insurance ini, kami harapkan dapat mendukung Indonesia dalam mengimplementasikan transisi ekonomi rendah karbon dan mendukung tercapainya target Net Zero Emission Indonesia pada tahun 2060”, ujar Bob.
Ia menambahkan, MoU ini sebagai tonggak awal untuk memperkuat kolaborasi dalam mendukung transisi Indonesia menuju ekonomi rendah karbon dalam program UK PACT, UK Partnering for Accelerated Climate Transitions. UK PACT merupakan program pendanaan kerjasama internasional Pemerintah Inggris (melalui British Embassy Jakarta) dan Pemerintah Indonesia (melalui Direktorat Jenderal EBTKE KESDM) untuk mendukung Indonesia dalam melakukan transisi menuju ekonomi rendah karbon.

















