Indonesia–Yordania Perkuat Kerja Sama Jaminan Produk Halal

Jakarta, FORTUNE - Pemerintah Indonesia dan Kerajaan Hasyimiyah Yordania resmi menjalin kolaborasi di sektor jaminan produk halal melalui penandatanganan Memorandum Saling Pengertian (MoU) antara Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dan Jordan Standards and Metrology Organization (JSMO).
Kesepakatan tersebut ditandatangani Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan bersama Menteri Perindustrian, Perdagangan, dan Pasokan Yordania, Yarub Qudah, di Gedung BPJPH, Jakarta Timur, dan disaksikan Duta Besar Yordania untuk Indonesia, Sudqi Attalah Al Omoush, beserta jajaran pimpinan BPJPH.
Ahmad Haikal Hasan menilai kemitraan ini sebagai langkah strategis untuk memperluas jejaring halal lintas negara, sekaligus memperkokoh peran Indonesia dalam ekosistem halal global.
“Kerja sama ini bukan hanya soal pengakuan sertifikat halal, tetapi tentang membangun sistem halal global yang saling terhubung, saling percaya, dan memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha di kedua negara,” ujar Ahmad Haikal Hasan, di gedung BPJPH Jakarta Timur, Rabu (4/2), melansir laman bpjph.halal.go.id.
Ia menambahkan, sinergi Indonesia–Yordania diharapkan mampu membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk halal nasional, sekaligus mendorong penguatan standar dan tata kelola jaminan produk halal di tingkat internasional.
Ruang lingkup kerja sama BPJPH–JSMO meliputi penguatan teknologi jaminan produk halal, program pelatihan dan pertukaran keahlian, pengembangan fasilitas serta infrastruktur halal, hingga riset dan pengembangan. Kedua lembaga juga sepakat menerapkan mekanisme saling pengakuan hasil sertifikasi halal, pertukaran standar dan regulasi teknis, serta pengakuan sertifikat halal yang diterbitkan masing-masing pihak.
Dalam kesempatan yang sama, BPJPH turut meneken nota kesepahaman dengan Universitas Tadulako (Untad) sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem halal di dalam negeri. Nota kesepahaman tersebut ditandatangani oleh Ahmad Haikal Hasan bersama Rektor Untad, Amar.
Kerja sama dengan Untad difokuskan pada pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk mendukung penyelenggaraan jaminan produk halal. Cakupannya meliputi pendidikan, riset kolaboratif, pengabdian kepada masyarakat, pelatihan dan penguatan sumber daya manusia, serta pengembangan kurikulum jaminan produk halal dari jenjang diploma hingga pascasarjana. Kolaborasi ini diharapkan menjadi fondasi penguatan kapasitas SDM halal nasional demi keberlanjutan ekosistem halal Indonesia.

















