5 Strategi UMKM Dongkrak Penjualan Daring Saat Ramadan

Jakarta, FORTUNE -Memasuki Ramadan, aktivitas belanja daring di Indonesia cenderung melonjak signifikan. Data industri menunjukkan jumlah transaksi e-commerce dapat meningkat lebih dari 76 persen dibandingkan bulan biasa, seiring naiknya jumlah konsumen yang berbelanja kebutuhan Ramadan hingga Lebaran.
Lonjakan ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi pelaku usaha, terutama UMKM, untuk menyiapkan strategi yang lebih terukur.
Pada periode Ramadan tahun lalu, sejumlah platform mencatat kenaikan transaksi signifikan, termasuk peningkatan pesanan penjual hingga dua kali lipat dan lonjakan transaksi pada jam sahur. Produk seperti busana muslim, hampers, produk kecantikan, hingga camilan menjadi kategori yang paling banyak dicari.
Dalam konteks itu, ada lima langkah yang dinilai relevan bagi UMKM untuk mengoptimalkan momentum Ramadan di kanal e-commerce. Sejumlah UMKM juga membagikan pengalamannya dalam mendongkrak bisnis saat Ramadan.
1. Merencanakan stok secara presisi
Permintaan biasanya mulai naik sejak awal Ramadan dan mencapai puncak menjelang Lebaran. Pelaku usaha perlu memetakan produk dengan perputaran tinggi serta kategori musiman yang paling diminati.
Liana, pelaku usaha camilan Jayaabadigrosir4, menyebut perencanaan stok menjadi kunci agar tidak kehilangan momentum penjualan, salah satunya dengan mengoptimalkan program SiapStok dari Tokopedia dan TikTok Shop.
"Saya merencanakan stok sehingga meminimalkan risiko kehabisan barang dan memaksimalkan peluang penjualan. Ada strategi bundling produk atau pembuatan hampers khusus Lebaran efektif meningkatkan transaksi di bulan Ramadan,” ujarnya, dalam keterangan kepada Fortune Indonesia, Rabu (11/2).
Strategi tersebut dinilai efektif karena relevan dengan kebutuhan konsumen untuk berbagi saat hari raya.
2. Memperkuat tampilan dan informasi produk
Di tengah persaingan ketat, kualitas visual dan deskripsi produk menjadi faktor penentu keputusan beli. Foto yang jelas, deskripsi detail, serta informasi yang transparan membantu menjaga kepercayaan konsumen.
“Salah satu tantangan adalah Menjaga kepercayaan konsumen di tengah arus transaksi yang tinggi. Jadi katalog dipercantik dan disesuaikan dengan tema Ramadan," ujar Desi Prasetiyani dari Akaci Store.
Selain mempercantik foto, menurutnya penting untuk menyampaikan informasi produk secara jujur dan detail, serta mematuhi kebijakan platform agar operasional bisnis tetap lancar.
Penyesuaian tema Ramadan juga dinilai mampu meningkatkan relevansi produk di mata pembeli.
3. Memanfaatkan promo dan konten video
Diskon terbatas, voucher, dan gratis ongkir masih menjadi pemicu transaksi, terutama pada periode krusial seperti menjelang Lebaran. Selain itu, pemanfaatan konten video dan siaran langsung semakin berperan dalam mendorong konversi. Misalnya yang dilakukan Endro, pemilik Dutasnack dengan memanfaatkan live streaming di berbagai e-commerce.
"Fitu tersebut relevan karena penjual bisa berinteraksi langsung dengan konsumen, mendeskripsikan produk secara lebih jelas, dan memberikan penawaran terbatas sehingga dapat mendorong keputusan membeli secara real-time,” ujarnya.
Ia menambahkan, menjelang Ramadan dia menargetkan lonjakan penjualan dengan fokus pada produk musiman yang paling dibutuhkan konsumen, seperti cookies edisi Ramadan, cokelat, dan camilan khas lainnya.
"Melalui strategi konten yang lebih terencana dan kolaborasi dengan para afiliator, kami berhasil mencatatkan pertumbuhan GMV hingga 500 persen dan memaksimalkan momentum kampanye Ramadan sebagai periode krusial bagi pertumbuhan bisnis kami," katanya.
4. Menjaga kualitas layanan pelanggan
Lonjakan transaksi kerap diikuti meningkatnya ekspektasi konsumen terhadap kecepatan respons dan ketepatan pengiriman. Layanan yang konsisten menjadi faktor pembeda di tengah kompetisi harga.
“Pelayanan yang konsisten cepat dan tepat menjadi kunci membangun kepercayaan, sementara pengalaman belanja yang positif, termasuk sentuhan sederhana seperti hadiah kecil, dapat meningkatkan kepuasan pelanggan, menjaga rating toko tetap kompetitif, dan mendorong pembelian berulang di Tokopedia dan TikTok Shop,” ujar perwakilan RAPA Tech Indonesia.
Kualitas layanan juga berdampak pada ulasan dan reputasi toko, yang berpengaruh langsung terhadap algoritma pencarian di platform.
5. Berpartisipasi dalam kampanye tematik
Ramadan menjadi periode dengan intensitas kampanye yang tinggi di berbagai platform e-commerce. Partisipasi aktif dalam kampanye dinilai dapat meningkatkan visibilitas produk.
Perwakilan Oraimo Authentic Store mengatakan Ramadan merupakan periode penting bagi industri otomotif. Untuk mengoptimalkan penjualan, kami memanfaatkan fitur dan solusi dari Tokopedia dan TikTok Shop, misalnya fitur beriklan otomatis GMV Max dan bundling voucher.
"Kampanye tematik biasanya disertai fitur promosi tambahan, yang dapat memperluas jangkauan audiens dan meningkatkan peluang transaksi dan performa bisnis, jadi kami memanfaatkan peluang tersebut," katanya.
Dengan tren pertumbuhan transaksi yang konsisten setiap Ramadan, kesiapan operasional dan strategi menjadi faktor penentu bagi UMKM untuk menangkap peluang. Di tengah kompetisi yang semakin padat di ruang digital, perencanaan stok, penguatan konten, optimalisasi fitur promosi, pelayanan prima, dan partisipasi dalam kampanye tematik menjadi kombinasi yang krusial untuk menjaga daya saing selama musim belanja terbesar di Indonesia tersebut.

















