Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
SMLE Siap Diversifikasi Bisnis Saat Restrukturisasi Saham Pengendali
Ilustrasi produk kosmetik (pexels.com/Nadiia Borovenko)
  • SMLE menggeser fokus dari distribusi bahan baku ke produk dan solusi bernilai tambah melalui empat divisi utama, berdasarkan roadmap bisnis 2026-2027.

  • Perseroan memperluas lini food ingredients dan divisi lain, serta menyiapkan joint venture dengan mitra Cina untuk material biodegradable bagi pasar plastik mudah terurai.

  • Kepemilikan pengendali Siu Min turun menjadi 56,73 persen setelah divestasi, sementara porsi publik naik 34,57 persen; investor asing, reksa dana, dan calon investor strategis turut masuk.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE — PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE) mulai menggeser mesin pertumbuhan bisnisnya dari sekadar distribusi bahan baku menuju produk dan solusi bernilai tambah. Strategi itu dijalankan dengan memperluas portofolio pada empat divisi utama, yakni bahan baku makanan, perawatan diri dan kosmetik, kimia industri, serta wewangian.

Hal itu tertuang pada peta jalan (roadmap) bisnis SMLE 2026-2027 yang bertumpu pada diversifikasi produk dan kemitraan dengan prinsipal global, termasuk kandungan makanan. Langkah ini membidik segmen dengan peluang aplikasi lebih luas sekaligus memperkuat posisi SMLE di pasar domestik.

"Strategi kami untuk food ingredients di 2026 ini kami dorong ke protein susu fungsional, perisa alami, pelapis untuk permen dan cokelat, serta pewarna alami sebagai lini bisnis baru. Kami juga mendapatkan kemitraan baru untuk produk probiotik, pascabiotik, protein susu kambing, serta solusi penetral rasa pahit," ujar Direktur Utama SMLE, Siu Min, melalui keterangan resmi di Jakarta, Selasa (22/9).

Ekspansi lini produk, kata Siu, juga dilakukan pada divisi home & personal care, industrial chemical, dan fragrances. Dari sisi operasional, SMLE juga tengah menyiapkan pembentukan usaha patungan (joint venture) dengan mitra asal Cina yang ahli pada bidang material biodegradable. 

Skema ini menggabungkan teknologi manufaktur mitra Cina dengan jaringan distribusi nasional SMLE dan membidik pasar plastik domestik yang mudah terurai. Bahkan nilai pasar plastik ini diproyeksikan tumbuh dari US$44,7 juta pada 2022 menjadi US$178,7 juta pada 2032, dengan CAGR 14,92 persen.

Di sisi lain, pengendali saham perusahaan saat ini juga tengah melakukan restrukturisasi saham. Data registrasi pemegang saham per 31 Agustus 2026 mencatat pergeseran signifikan, PT Sinergi Asia Corporindo, yang dikendalikan oleh Siu Min (Direktur Utama SMLE), kini memegang 56,73 persen saham (1,32 miliar lembar), turun dari sebelumnya di atas 72 persen. Penurunan ini hasil dari rangkaian divestasi bertahap sepanjang 2026. 

Ruang yang terbuka dari divestasi ini diserap oleh investor perorangan besar Ferdiansyah, yang kini memegang 144,33 juta lembar saham (6,20 persen), menjadikannya pemegang saham individu domestik terbesar di luar pengendali utama.  Ferdiansyah merupakan politikus senior sekaligus anggota DPR sejak 1999 yang memiliki rekam jejak profesional pada bidang manajerial perusahaan.

Aksi restrukturisasi kepemilikan itu juga mendongkrak porsi saham publik SMLE secara signifikan hingga menyentuh level 34,57 persen atau setara 802,98 juta lembar saham yang terdistribusi di antara 2.905 pemegang saham, level likuiditas yang jauh lebih sehat dibandingkan sebelum divestasi. Di sisi publik, investor perorangan Njono Sampoerno juga tercatat menguasai 84,23 juta lembar (3,62 persen)

Selain memperbesar likuiditas perdagangan harian di bursa, kejelasan struktur kepemilikan dan potensi aksi korporasi ini terbukti menarik minat investor institusi domestik maupun mancanegara serta memberikan dorongan positif bagi valuasi saham SMLE di pasar.

Data juga memperlihatkan institusi asing dan reksa dana turut memperbesar posisi seperti Phillip Securities Pte Ltd (Singapura, 4,31 persen), UOB Kay Hian Pte Ltd (Singapura, 3,80 persen), CGS International Securities Singapore (2,78 persen), serta Reksa Dana OSO Moluccas Equity Fund (1,21 persen). 

SMLE juga dikabarkan telah telah menerima Letter of Interest (LoI) dari sebuah perusahaan investasi lain yang berminat masuk sebagai investor strategis. Kondisi ini juga menunjukkan kemungkinan pergeseran pengendali perseroan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article