Jakarta, FORTUNE– Lewat bendera TikTok GO by Tokopedia, platform asal Negeri Tirai Bambu, TikTok, meluncurkan layanan monetisasi yang menyasar ekosistem kuliner dan perjalanan pada Rabu (29/4). Inovasi ini menjadi jembatan bagi para pemburu referensi digital demi mencicipi pengalaman nyata di dunia luring.
Bukan tanpa alasan TikTok bermanuver pada sektor ini. Menilik data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor makanan dan minuman terus bersolek dengan jumlah usaha mencapai 5,28 juta pada 2024. Geliat ini kian nyata seiring migrasi 25 juta UMKM ke jagat digital demi memperluas jangkauan pasar sekaligus merapikan efisiensi operasionalnya.
Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, menaruh harapan besar pada fitur anyar ini. Ia membidik peningkatan pendapatan pada industri layanan makanan, khususnya bagi bisnis dine-in lokal.
“Inisiatif ini sejalan dengan upaya Kementerian Ekonomi Kreatif dalam mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif yang memiliki potensi besar sebagai kekuatan ekonomi nasional,” ujarnya.
Secara teknis, TikTok GO mengintegrasikan video pendek, siaran langsung (LIVE), fitur pencarian, hingga konten berbasis lokasi. Lead of Key Dine-in Merchant TikTok GO by Tokopedia, William Panjaitan, menjelaskan layanan ini hadir untuk memangkas jarak antara inspirasi dan aksi.
Dengan sekali klik, pengguna bisa beralih dari sekadar menonton konten menjadi pengunjung rumah makan.
“Kami melihat semakin banyak masyarakat beralih ke TikTok sebagai 'katalog rasa' untuk mencari referensi kuliner baru. Hal ini juga sejalan dengan pertumbuhan pencarian terkait layanan lokal yang naik lebih dari 60 persen setiap tahunnya di platform kami,” kata William dalam konferensi pers di Jakarta.
Bagi para kreator, fitur ini adalah ladang pundi-pundi baru. Mereka kini tak hanya berbagi ulasan, tapi bisa menyematkan titik lokasi hingga vocer khusus dalam kontennya. Hasilnya pun menjanjikan; William mengeklaim ekosistem kreator TikTok GO telah mekar hingga 12 kali lipat pada 2025. Konten yang autentik terbukti menjadi kompas tepercaya bagi audiens dalam menentukan pilihan.
Dampak positif ini turut dirasakan pelaku industri. Ali Susanto, Direktur Roti’O, menyambut hangat kehadiran TikTok GO. Dengan lebih dari 900 gerai yang tersebar di seluruh negeri, ia berharap fitur ini memudahkan pelanggan menemukan gerai terdekat.
“Melalui konten yang relevan dan dekat dengan keseharian, Roti’O tidak hanya dapat meningkatkan visibilitas, tetapi juga mendorong lebih banyak konsumen datang ke gerai kami,” kata Ali.
Ia pun optimistis mampu memacu ekspansi hingga menyentuh 1.000 gerai pada pengujung 2026.