Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

Strategi TikTok-Pop Mart Mengerek Komoditas Budaya

Strategi TikTok-Pop Mart Mengerek Komoditas Budaya
Pameran ‘NYOTA di Tanah Air’ di Museum Nasional/Dok TikTok Indonesia
Intinya Sih
  • Penayangan TikTok Live di Indonesia naik 65 persen (YoY) hingga akhir 2025.

  • Wamenbud Giring Ganesha menilai fitur TikTok Live efektif mempromosikan budaya Indonesia.

  • TikTok Live berkolaborasi dengan Pop Mart menghadirkan karakter NYOTA edisi khusus bernuansa budaya Indonesia.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, FORTUNE – Di tengah hiruk-pikuk digitalisasi, layar gawai bukan sekadar jendela hiburan, melainkan mesin ekonomi baru. Tengok saja fenomena TikTok Live. Hingga pengujung 2025, jumlah penayangan siaran langsung di platform besutan ByteDance ini meroket 65 persen secara tahunan (YoY) di pasar Indonesia. Angka ini menjadi sinyalemen bagi pergeseran cara masyarakat mengonsumsi konten dan bertransaksi.

Tak sekadar menonton, komunitas lokal menunjukkan militansi tinggi. Keterlibatan mereka, yang tecermin pada "likes" dan aliran komentar, melonjak hingga 60 persen.

Wakil Menteri Kebudayaan RI, Giring Ganesha D, menangkap momentum ini dengan optimisme tinggi. Baginya, fitur live streaming adalah kanal diplomasi budaya yang melampaui batas fisik.

"Ini adalah salah satu media yang paling efektif untuk mempromosikan kebudayaan Indonesia. Kalau sekarang di TikTok saya kebanyakan adalah turis-turis mancanegara yang masuk di feed saya dan memuji betapa indahnya Indonesia," ujar Giring di sela peluncuran pameran "NYOTA di Tanah Air" di Museum Nasional Indonesia, Senin (27/4).

Pernyataan Giring selaras dengan tesis global. Laporan UNESCO bertajuk “Culture: The Missing SDG” 2025 menegaskan bahwa kebudayaan adalah elemen kunci pembangunan berkelanjutan. Kini, industri kreatif bukan lagi sekadar pelengkap, tapi penyumbang lebih dari 3 persen PDB dunia. Ini mendudukkan kreativitas sejajar dengan sektor manufaktur maupun jasa keuangan.

Manifestasi nyata dari teori ekonomi tersebut hadir lewat kolaborasi TikTok Live dan Pop Mart. Mereka memperkenalkan NYOTA edisi khusus—sebuah karakter ikonik atau Intellectual Property (IP) global yang kini bersalin rupa dengan sentuhan motif batik, wayang, hingga lanskap Gunung Bromo dan Terasering Tegalalang.

“Kami harap kolaborasi ini dapat tidak hanya mendekatkan NYOTA kepada para penggemar, tapi juga mengajak masyarakat untuk merayakan kekayaan budaya Tanah Air,” kata Johan Sebastian, Country Head, Pop Mart Indonesia.

Indonesia merupakan negara pertama di Asia Tenggara yang mengadopsi inisiatif hadiah virtual (virtual gift) karakter ini, menyusul jejak Jepang dan Kazakhstan. Bagi Michael Tan, Livestream Operations Manager TikTok Live Indonesia, ini adalah pembuktian bahwa kreator adalah "pendongeng" generasi baru yang mampu mengubah piksel digital menjadi koneksi bermakna.

Kolaborasi ini bisa disaksikan secara langsung di Museum Nasional Indonesia hingga 29 April 2026.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bonardo Maulana
EditorBonardo Maulana
Follow Us

Related Articles

See More