AI Makin Masif, STT GDC Agresif Ekspansi Empat Data Center

- STT GDC memperluas infrastruktur digital Indonesia dengan membangun sembilan data center di Kampus STT Jakarta, termasuk pengoperasian STT Jakarta 2 dan pembangunan STT Jakarta 3 hingga 6.
- Peningkatan kebutuhan AI dan cloud mendorong ekspansi ini, dengan proyeksi kapasitas pusat data nasional mencapai 2,7 GW pada 2030 untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.
- Kampus STT Jakarta dilengkapi gardu induk tegangan tinggi pertama di Indonesia dan dirancang mendukung beban kerja AI berkepadatan tinggi melalui kolaborasi dengan NVIDIA.
Cikarang, FORTUNE - Penyedia layanan kolokasi pusat data, ST Telemedia Global Data Centres (STT GDC) memperluas infrastruktur digitalnya di Indonesia melalui pengembangan kampus pusat data (data center). Ekspansi ini ditandai dengan mulai beroperasinya STT Jakarta 2, penyelesaian pembangunan struktur utama STT Jakarta 3, serta peletakan batu pertama STT Jakarta 5 dan STT Jakarta 6.
Country Head Indonesia STT GDC, Hendrikus Gozali, mengatakan pertumbuhan penggunaan kecerdasan buatan (AI) mendorong peningkatan kebutuhan infrastruktur pusat data. Sebab, berbagai layanan digital yang digunakan sehari-hari, mulai dari navigasi digital hingga mesin pencari dan rekomendasi konten, saat ini semakin bergantung pada teknologi AI.
"Saya melihat lebih dari 1 gigawatt (GW) requirement saat ini. Ke depan, diperkirakan lebih dari itu, oleh karenannya di 2030 kapasitas (data center) diproyeksikan mencapai 2,7 (GW) di Indonesia," katanya dalam Peresmian Ekspansi STT Jakarta Campus di Cikarang, Rabu (10/6).
Presiden dan Group Chief Executive Officer STT GDC, Bruno Lopez, menambahkan, alasan perusahaan memilih Indonesia sebagai lokasi data center salah satunya karena dianggap pasar infrastruktur digital paling strategis di Asia Tenggara. Selain itu, kebutuhan cloud dan AI di Indonesia makin massif.
"Ekspansi ini mencerminkan keyakinan kami terhadap prospek pertumbuhan jangka Panjang Indonesia serta komitmen kami untuk menghadirkan skala, keandalan, dan kesiapan yang dibutuhkan guna mendukung fase berikutnya dari perkembangan digital Indonesia," katanya.
Selain menambah kapasitas pusat data, pengembangan kampus STT Jakarta juga ditujukan untuk menarik investasi dari penyedia layanan cloud global, perusahaan AI, serta berbagai platform digital internasional.
Kehadiran ekosistem tersebut diharapkan dapat mendorong lahirnya layanan digital baru bagi dunia usaha sekaligus membuka lapangan kerja dan meningkatkan aktivitas ekonomi jangka panjang sepanjang siklus operasional kampus.
Dari sisi kapasitas, STT Jakarta 2 telah mulai beroperasi dengan kapasitas beban teknologi informasi (IT load) sebesar 24 megawatt (MW). Kemudian STT Jakarta 3 diproyeksikan siap beroperasi pada akhir tahun 2026 dengan kapasitas 24 MW.
Perusahaan ini juga berencana membangun STT Jakarta 4 berkapasitas 48 MW, STT Jakarta 5 dan STT Jakarta 6 masing-masing dirancang memiliki kapasitas 40 MW IT load, serta STT Jakarta 7-9 berkapasitas masing-masing 60 MW sebagai bagian dari fase pengembangan berikutnya.
Nantinya, STT GDC Indonesia akan mengoperasikan Kampus STT Jakarta yang terdiri dari total 9 data center dan berkapasitas 360 MW secara kolektif, dan dapat mengakomodasi kebutuhan AI.
Ekspansi ini didukung oleh gardu induk tegangan tinggi yang berada di dalam area kampus, yang merupakan gardu induk pertama untuk kampus pusat data di Indonesia yang telah dialiri listrik. Kehadiran gardu induk ini meningkatkan keandalan pasokan listrik dan memperpendek jalur distribusi daya menuju sistem IT, sehingga memperkuat kemampuan kampus dalam menyediakan infrastruktur yang dapat diskalakan dengan pasokan listrik yang terjamin bagi pelanggan hyperscale maupun perusahaan.
Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan komputasi AI, kampus STT Jakarta juga dirancang mendukung beban kerja berkepadatan tinggi. Sebagai mitra kolokasi NVIDIA, STT GDC menyelaraskan desain kampus Jakarta dengan kebutuhan infrastruktur platform GPU generasi berikutnya untuk mendukung implementasi AI dalam skala besar.


















