Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

Grab Tambah Kepemilikan Saham di Superbank Hingga Lebih dari 50 Persen

Grab Tambah Kepemilikan Saham di Superbank Hingga Lebih dari 50 Persen
Superbank bukukan laba sebelum pajak Rp122,4 miliar dan tembus 1 juta transaksi per hari hingga November 2025. (Dok. Superbank)
Intinya Sih
  • Grab resmi menjadi pemegang saham mayoritas Superbank dengan total kepemilikan lebih dari 50 persen melalui PT Kudo Teknologi Indonesia, A5-DB Holdings dan GXS Bank.

  • Langkah ini menegaskan komitmen jangka panjang Grab untuk memperluas akses pembiayaan serta mendorong inklusi keuangan digital di Indonesia.

  • Kinerja Superbank meningkat signifikan pada awal 2026 dengan penyaluran kredit naik 55 persen YoY dan laba sebelum pajak mencapai Rp142 miliar di April 2026, didorong integrasi ekosistem Grab dan OVO.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, FORTUNE Grab Holdings Limited (Grab) menambah kepemilikan saham di PT Super Bank Indonesia Tbk (Superbank) melalui A5-DB Holdings dan GXS Pte. Ltd. dengan total kepemilikan saham saat ini melampaui 50 persen. Kondisi ini mengukuhkan Grab sebagai pemegang saham mayoritas bank dengan kode saham SUPA. 

Langkah ini menegaskan komitmen jangka panjang Grab memperluas akses pembiayaan dan mendorong inklusi keuangan bagi masyarakat Indonesia melalui Superbank.

“Dukungan dari ekosistem Grab memungkinkan kami menghadirkan layanan perbankan yang lebih relevan, mudah diakses, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” kata Presiden Direktur Superbank, Tigor M. Siahaan, melalui keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa (9/6). 

Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen Superbank menyatakan Grab memiliki kepemilikan langsung 32,81 persen melalui PT Kudo Teknologi Indonesia dan A5-DB Holdings Pte. Ltd. Selain itu, Grab juga memiliki kepemilikan tidak langsung melalui GXS Bank.

Setelah transaksi pengalihan saham Singtel Alpha Investments ke GXS Bank selesai, kepemilikan tidak langsung Grab di Superbank melalui GXS Bank bakal meningkat menjadi 17,66 persen dari sebelumnya 10,44 persen. Dengan demikian, total kepemilikan langsung dan tidak langsung Grab di Superbank akan melampaui 50,47 persen.

CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menyatakan Indonesia menjadi salah satu pasar strategis Grab di Asia Tenggara. Menurutnya, selama lebih dari satu dekade Grab telah menjadi bagian dari keseharian jutaan masyarakat Indonesia melalui layanan mobilitas, pengantaran, dan pembayaran digital. 

Dengan posisi sebagai pemegang saham mayoritas Superbank, Grab kian memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan keuangan digital yang inklusif dan relevan bagi masyarakat Indonesia.

“Indonesia merupakan rumah bagi Grab dan merupakan ekosistem penting bagi kami,” kata Neneng.

Menurutnya, ke depan pihaknya akan terus menghadirkan inovasi dan memperkuat ekosistem yang memberikan manfaat bagi mitra pengemudi, mitra UMKM, pengguna, dan masyarakat luas.

Dukungan yang makin kuat dari Grab sejalan dengan kinerja Superbank yang terus tumbuh pada awal 2026. Per April 2026, penyaluran kredit bank dengan kode saham SUPA ini naik 55 persen (YoY), didorong oleh integrasi yang kian erat dengan ekosistem Grab dan OVO. 

Salah satu pendorong utama pertumbuhan tersebut adalah produk Pinjaman Atur Sendiri yang tersedia langsung pada aplikasi Grab dan OVO, sehingga memberikan akses pembiayaan yang lebih cepat, aman, dan mudah bagi jutaan pengguna.

Pertumbuhan bisnis tersebut turut diikuti peningkatan profitabilitas yang signifikan. Pada periode empat bulan yang berakhir 30 April 2026, Superbank membukukan laba sebelum pajak Rp142 miliar, meroket tajam 1.529 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Didukung oleh kekuatan ekosistem Grab dan OVO serta pemegang saham lainnya, Emtek, GXS Bank dan KakaoBank, SUPA akan terus menghadirkan inovasi produk dan layanan yang relevan.

Share Article
Topics
Editorial Team
Bonardo Maulana
EditorBonardo Maulana

Related Articles

See More