Akselerator Google Cloud Buka Jalur Global Bagi Startup Lokal

Google Cloud meluncurkan program Google for Startups Accelerator: Southeast Asia bersama Komdigi, EnterpriseSG, NIC, dan SIHUB untuk mendukung pengembangan produk agentic AI lintas negara.
Program tiga bulan tanpa pengambilan ekuitas ini akan membina 25 startup tahap awal mulai Agustus 2026 dengan dukungan teknis dan kemitraan go-to-market terintegrasi.
Inisiatif ini menargetkan percepatan transformasi digital inklusif di Indonesia melalui kolaborasi global, residensi intensif di California, serta akses ke jaringan venture capital internasional.
Jakarta, FORTUNE - Google Cloud baru saja mengumumkan perluasan kolaborasi strategis bersama Kementerian Komunikasi dan Digital RI (Komdigi), Enterprise Singapore (EnterpriseSG), Vietnam National Innovation Center (NIC), serta Startup and Innovation Hub Ho Chi Minh City (SIHUB).
Kemitraan berskala regional ini mewujud dalam peluncuran Google for Startups Accelerator: Southeast Asia, sebuah inisiatif lintas negara yang dirancang membantu para pendiri startup mengembangkan dan mengomersialkan produk agentic AI. Program intensif tanpa pengambilan ekuitas ini bakal mengikutsertakan 25 startup perdana selama tiga bulan yang dijadwalkan mulai bergulir pada Agustus 2026.
Inisiatif teranyar ini diproyeksikan menjadi katalisator bagi para founder perusahaan rintisan melalui dukungan teknis terintegrasi dan kemitraan go-to-market (GTM).
Program akselerator besutan Google ini telah menyokong lebih dari 200 startup tahap awal di kawasan Asia Tenggara. Alhasil, entitas-entitas binaan tersebut berhasil meraup pendanaan kolektif bernilai US$6,6 miliar sekaligus menciptakan tidak kurang dari 11.300 lapangan kerja baru.
Sami Kizilbash, Head of Developer Ecosystems, Asia Pacific, Google Cloud, mengemukakan duduk perkara ekspansi ini dalam ajang Google for Startups Sprint di kantor pusat Google Asia Pasifik.
“Google for Startups Accelerator: Southeast Asia akan mendukung startup AI tahap Seed hingga Series B dari berbagai industri di enam negara, bersama Komdigi, EnterpriseSG, serta NIC dan SIHUB yang akan memberikan dukungan tambahan yang disesuaikan bagi startup dari Indonesia, Singapura, dan Vietnam,” ujarnya dikutip dari siaran pers (3/6).
Alumni program ini telah menelurkan berbagai inovasi yang menyentuh sektor strategis nasional, mulai dari pendidikan hingga kesehatan di wilayah terpencil. Kisah sukses ini menjadi fondasi penting bagi kelanjutan kolaborasi di Tanah Air.
Veronica Utami, Country Director Google Indonesia, menggarisbawahi signifikansi program tersebut bagi dinamika lokal.
“Kolaborasi kami dengan Komdigi dalam koridor inovasi ini akan menghubungkan lebih banyak founder lokal dengan sumber daya kelas dunia dan pusat teknologi global, sehingga mereka dapat membangun, memiliki, dan mengembangkan solusi yang mendukung prioritas nasional serta menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia yang beragam,” katanya.
Menyambut baik perluasan koridor teknologi ini, Edwin Hidayat Abdullah, Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, menekankan arti penting transformasi digital yang inklusif bagi Indonesia:
“Penguatan ekosistem AI menjadi langkah penting dalam mempercepat transformasi digital Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Para pelaku usaha yang terpilih dalam program ini akan melakoni residensi intensif secara langsung di California, Amerika Serikat. Mereka dijadwalkan mengikuti pendalaman teknis di kampus Google Mountain View dan San Francisco, sekaligus berinteraksi langsung dengan jaringan venture capital terkemuka di Sand Hill Road dan Palo Alto guna memuluskan ekspansi internasional.


















