Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

Ambisi Kuasai Komputasi Masa Depan, IBM Kucurkan Rp163 Triliun

Ambisi Kuasai Komputasi Masa Depan, IBM Kucurkan Rp163 Triliun
Kantor IBM (pexels.com/Meet Jayesh Choudhari)
Intinya Sih
  • IBM mengumumkan investasi lebih dari US$10 miliar atau sekitar Rp163 triliun dalam lima tahun untuk mempercepat pengembangan teknologi komputasi kuantum, mencakup riset, manufaktur, dan ekosistem global.
  • Perusahaan menargetkan peluncuran IBM Quantum Starling pada 2029 sebagai komputer kuantum fault-tolerant berskala besar pertama di dunia, dengan kemampuan operasi hingga 20.000 kali lebih banyak dari sistem saat ini.
  • IBM juga membangun pabrik wafer kuantum murni pertama di dunia bernama Anderon senilai US$1 miliar serta memperkuat jaringan mitra global melalui platform perangkat lunak Qiskit yang kini digunakan luas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, FORTUNE – Persaingan memimpin industri komputasi kuantum global semakin memanas. IBM mengumumkan komitmen investasi lebih dari US$10 miliar atau sekitar Rp163 triliun dalam lima tahun ke depan untuk mempercepat pengembangan teknologi komputasi kuantum, mulai dari riset, manufaktur, akuisisi, hingga pengembangan ekosistem.

Investasi jumbo tersebut menjadi bagian dari strategi IBM untuk mempertahankan posisinya sebagai salah satu pemimpin industri komputasi kuantum sekaligus mewujudkan komputer kuantum berskala besar pertama di dunia yang memiliki kemampuan fault-tolerant pada 2029.

Dana investasi akan dialokasikan untuk berbagai kebutuhan, termasuk penelitian dan pengembangan, belanja modal, peningkatan kapasitas manufaktur, kemitraan ekosistem, hingga aktivitas merger dan akuisisi. Langkah tersebut dirancang untuk mempercepat peta jalan (roadmap) teknologi kuantum perusahaan setelah berhasil membangun fondasi yang disebut sebagai salah satu yang terbesar di industri.

Saat ini IBM mengoperasikan armada komputer kuantum terbesar di dunia dengan lebih dari 90 sistem yang tersebar secara global melalui layanan cloud maupun instalasi khusus di berbagai institusi.

Jaringan tersebut mencakup pusat kuantum IBM di New York dan Jerman, serta sejumlah institusi penelitian dan pendidikan seperti Cleveland Clinic di Ohio, Rensselaer Polytechnic Institute di New York, PINQ di Quebec, The University of Tokyo dan RIKEN di Jepang, Yonsei University di Korea Selatan, serta BasQ di Spanyol. IBM juga berencana menambah sistem baru di Chicago dan Amaravati Quantum Valley di India.

"Era kuantum bukan lagi sesuatu yang akan datang, tetapi sudah dimulai. Klien, mitra, dan pengguna kami di seluruh dunia kini memanfaatkan komputer kuantum IBM untuk melakukan pekerjaan yang beberapa tahun lalu masih mustahil dilakukan," kata Chairman dan CEO IBM, Arvind Krishna, dalam keterangan resmi, Rabu (3/6).

Dia menambahkan, kaju inovasi dan penemuan melalui komputer kuantum terus meningkat secara signifikan.

"Investasi ini akan memperkuat kemampuan kami dalam menghadirkan generasi baru teknologi komputasi kuantum, mulai dari perangkat keras, perangkat lunak, hingga manufakturnya," katanya.

IBM menargetkan peluncuran IBM Quantum Starling pada 2029 yang diklaim sebagai komputer kuantum fault-tolerant berskala besar pertama di dunia. Sistem tersebut disebut mampu menjalankan operasi hingga 20.000 kali lebih banyak dibandingkan komputer kuantum yang tersedia saat ini.

Starling nantinya akan menjadi fondasi bagi pengembangan IBM Quantum Blue Jay yang dirancang mampu menjalankan satu miliar operasi kuantum dengan kapasitas 2.000 qubit. Menurut perusahaan, kemampuan tersebut akan membuka peluang pemecahan masalah yang saat ini masih sulit dijangkau oleh komputasi konvensional, mulai dari sains, kesehatan, hingga sektor industri.

Sejak 2017, program komputasi kuantum IBM telah menghasilkan kontrak senilai lebih dari US$1,1 miliar dengan berbagai pelanggan. Saat ini lebih dari 340 anggota IBM Quantum Network yang berasal dari sektor jasa keuangan, kesehatan, ilmu material, akademisi, hingga lembaga pemerintahan menggunakan sistem IBM untuk menjalankan berbagai eksperimen dan aplikasi dunia nyata.

Selain memperkuat pengembangan teknologi, IBM juga memperluas infrastruktur manufakturnya. Dengan dukungan Departemen Perdagangan Amerika Serikat, perusahaan baru-baru ini mengumumkan rencana pendirian Anderon, yang disebut sebagai pabrik wafer kuantum murni pertama di dunia.

IBM akan menyuntikkan dana sebesar US$1 miliar ke proyek tersebut, disertai kontribusi berupa kekayaan intelektual, aset teknologi, dan tenaga kerja terampil.

Perusahaan juga optimistis bahwa mitra-mitranya akan mulai menunjukkan quantum advantage pada 2026, yaitu kondisi ketika komputer kuantum mampu menyelesaikan tugas tertentu lebih baik dibandingkan komputer klasik.

Keyakinan tersebut didukung sejumlah pencapaian terbaru, termasuk kolaborasi dengan Cleveland Clinic dan RIKEN untuk memodelkan protein yang terdiri dari 12.635 atom, simulasi material magnetik bersama laboratorium nasional dan universitas, serta penelitian yang berhasil membuktikan keberadaan molekul yang sebelumnya belum pernah diamati.

Di sisi perangkat lunak, IBM mengandalkan Qiskit yang dikembangkan sebagai platform perangkat lunak kuantum paling banyak digunakan di dunia. Menurut perusahaan, hampir 70 persen pengembang komputasi kuantum saat ini menggunakan Qiskit, dengan lebih dari empat triliun sirkuit kuantum telah dijalankan melalui platform tersebut.

Investasi baru ini menegaskan keyakinan IBM bahwa komputasi kuantum akan menjadi teknologi strategis berikutnya setelah kecerdasan buatan.

Share Article
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria

Related Articles

See More