Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

Anak Usaha IBM Genjot Adopsi AI Real-Time untuk Bisnis

Anak Usaha IBM Genjot Adopsi AI Real-Time untuk Bisnis
Kecerdasan Buatan: Artificial Intelligence
Share Article

Jakarta, FORTUNE – Tantangan terbesar implementasi kecerdasan buatan (AI) di perusahaan kini tidak lagi terletak pada model AI, melainkan pada kesiapan data dan keamanan. Melihat kondisi tersebut, Confluent, anak usaha IBM yang bergerak di bidang streaming data, meluncurkan sejumlah fitur baru untuk mempercepat pengembangan aplikasi AI real-time sekaligus memperkuat perlindungan data perusahaan.

Perusahaan mengumumkan pembaruan pada Confluent Intelligence dan Confluent Cloud yang dirancang untuk mengatasi berbagai hambatan yang selama ini membuat proyek AI sulit diterapkan dalam lingkungan produksi skala besar. Langkah tersebut dilakukan di tengah meningkatnya kebutuhan perusahaan untuk mengintegrasikan AI ke dalam operasional bisnis secara real-time.

Confluent menghadirkan sejumlah fitur baru, mulai dari integrasi Apache Flink dengan dbt, server Model Context Protocol (MCP) yang sepenuhnya dikelola, hingga Agent Skills yang memungkinkan AI membantu mengelola operasi streaming data. Di sisi keamanan, perusahaan juga memperkenalkan penyamaran otomatis informasi identitas pribadi (PII) dan konektivitas privat ke model AI eksternal melalui Azure Private Link.

“Sebagian besar proyek AI gagal sebelum sempat menjangkau satu pelanggan pun karena lapisan datanya bermasalah,” kata Sean Falconer, Head of AI di Confluent, dalam keterangan pers, Jumat (29/5).

Dia menambahkan, perusahaan biasanya sudah memiliki model dan mandatnya, tetapi risiko keamanan serta data yang terfragmentasi menghalangi mereka untuk meluncurkan produk.

"Kami mengatasi hal itu dengan menjadikan lapisan streaming sebagai fondasi bagi AI yang aman dan siap digunakan dalam lingkungan produksi," katanya.

Menurut Confluent, persoalan tersebut masih menjadi tantangan utama dalam adopsi AI di berbagai perusahaan. Mengutip laporan McKinsey, sekitar delapan dari sepuluh perusahaan mengaku keterbatasan data menjadi hambatan dalam mengembangkan AI yang otonom. Risiko keamanan data dan kompleksitas pengelolaan berbagai sistem menjadi penyebab utama banyak proyek AI berhenti pada tahap uji coba.

Vice President and General Manager APAC Confluent, Greg Taylor, mengatakan kondisi tersebut juga banyak ditemui di kawasan Asia Pasifik.

“Di kawasan APAC, upaya penerapan AI menghadapi kenyataan pahit, yaitu sebagian besar proyek tidak pernah melampaui tahap uji coba karena lapisan datanya tidak cukup aman atau skalabel untuk digunakan dalam produksi. Kami sedang mengubah hal itu," ujarnya.

Dengan fitur privasi otomatis dan perangkat yang dirancang khusus untuk AI, kami memberikan organisasi jalur yang jelas dan aman untuk menciptakan kasus penggunaan di dunia nyata yang benar-benar memberikan dampak signifikan bagi bisnis.

Sebagai bagian dari strategi memperluas penggunaan AI di sektor enterprise, Confluent juga menghadirkan kemampuan operasi berbasis bahasa alami. Melalui Confluent MCP dan Agent Skills, pengembang dapat membangun, mengelola, serta melakukan debugging operasi streaming menggunakan instruksi bahasa alami dengan dukungan AI.

Selain itu, perusahaan memperkenalkan fitur privasi data otomatis yang mampu mendeteksi dan menyamarkan informasi identitas pribadi secara langsung di Flink SQL tanpa memerlukan layanan eksternal atau pemindahan data ke gudang data terpisah. Fitur ini ditujukan untuk industri yang memiliki regulasi ketat seperti jasa keuangan, kesehatan, dan asuransi.

Di sisi infrastruktur, Confluent memperkuat konektivitas aman melalui integrasi Azure Private Link yang memungkinkan beban kerja AI terhubung ke layanan seperti Azure OpenAI, Azure SQL, dan Cosmos DB melalui jaringan privat Microsoft tanpa harus melewati internet publik.

Perusahaan juga memperkenalkan adapter open-source dbt yang memungkinkan tim data mengelola pipeline streaming menggunakan kerangka kerja yang telah umum digunakan para data engineer. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat adopsi pemrosesan data real-time di lingkungan perusahaan.

Untuk memperluas fleksibilitas pengembangan AI, Confluent menambahkan dukungan terhadap model TimesFM untuk deteksi anomali serta model AI dari Anthropic dan Fireworks AI yang dapat langsung digunakan dalam alur kerja pemrosesan data streaming.

Selain pembaruan tersebut, Confluent turut mengumumkan ketersediaan umum Real-Time Context Engine yang dirancang untuk menyediakan konteks data terbaru secara berkelanjutan bagi aplikasi AI. Perusahaan juga menambah sejumlah konektor yang sepenuhnya dikelola di Confluent Cloud guna menyederhanakan integrasi data lintas sistem.

Share Article
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria

Related Articles

See More

Merger Tesla-SpaceX Berpotensi Lahirkan Raksasa Bitcoin Baru

29 Mei 2026, 17:15 WIBTech