Jakarta, FORTUNE - PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI) menunda rencana ekspansi pabrik baru seiring dengan kinerja keuangan perusahaan tahun lalu yang tidak mencapai target.
Direktur Utama Victoria Care Indonesia Sumardi Widjaja mengatakan laporan keuangan perseroan saat ini masih dalam proses audit oleh kantor akuntan publik. Namun, ia memperkirakan kinerja VICI sepanjang 2025 cenderung stagnan dan tidak mampu mencapai target pertumbuhan dua digit yang semula ditetapkan.
"Indikasi tersebut diperkirakan akan berdampak kepada kinerja perseroan secara keseluruhan di tahun 2025," ujar Sumardi dalam keterangan resmi, Rabu (14/1).
Sumardi menjelaskan, kondisi perekonomian yang kurang kondusif serta ketatnya persaingan industri menjadi faktor utama yang menekan kinerja perseroan sepanjang tahun lalu. Di saat yang sama, perseroan menghadapi tekanan operasional beban operasional sehingga turut memberikan dampak dan tantangan terhadap kinerja keuangan.
Berdasarkan evaluasi menyeluruh dengan mempertimbangkan faktor tersebut, VICI memutuskan menunda rencana ekspansi pabrik. Sumardi mengungkapkan, keputusan ini diambil sebagai langkah strategis dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian pengeloaan usaha, sekaligus upaya menjaga struktur bisnis jangka panjang di tengah dinamika pasar.
"Fokus perseroan saat ini adalah menjaga stabilitas usaha, meningkatkan efisiensi operasional, dan memperkuat struktur bisnis untuk menghadapi dinamika pasar," kata Sumardi.
Meski begitu, perseroan akan terus memantau perkembangan pasar dan secara berkala meninjau kembali rencana ekspansi berdasarkan prospek dan dinamika industri mendatang.
Pada tahun ini, emiten yang bergerak di sektor barang konsumen dengan sub-sektor kosmetik dan perawatan rumah tangga memperkirakan kinerja masih dihadapkan pada berbagai tantangan. Oleh sebab itu, VICI akan menjalankan usaha dengan pendekatan yang berhati-hati dengan menjaga stabilitas kinerja di tengah dinamika pasar.
