Jakarta,FORTUNE — PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. (Bank Jatim) membukukan laba bersih Rp 1,54 triliun atau naik 20,65 persen dalam setahun (YoY) pada 2025.
Menurut Winardi Legowo, Direktur Utama Bank Jatim, kinerja ini diraih melalui disiplin pengaturan pos pendapatan dan beban melalui efisiensi. Selain itu, bank tersebut juga melakukan peningkatan transaksi digital guna meningkatkan pendapatan nonbunga, serta agresif mengendalikan kualitas aset agar sesuai dengan risk appetite.
“Penguatan teknologi informasi dan digitalisasi proses bisnis juga dilakukan serta optimalisasi sinergi bisnis untuk kelompok usaha bank,” ujar Winardi melalui keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa (31/3).
Pada 2025, fokus bank adalah menitikberatkan pada penetrasi dana murah dengan menggunakan pola pendekatan transaction banking dan juga berbasis pada bisnis ekosistem untuk meningkatkan jumlah dana dan jumlah nasabah.
Hal ini tecermin pada kinerja dana pihak ketiga seperti giro (Rp21,4 triliun) atau meningkat 12,5 persen (YoY), kemudian peningkatan jumlah nasabah sebesar 5,64 persen (YoY).
