Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Bank Jatim Cetak Laba Rp1,54 Triliun pada 2025 Atau Naik 20,65 Persen
Ilustrasi Bank Jatim/Shutterstock sudut juang
  • Laba bersih dicapai berkat efisiensi biaya, peningkatan transaksi digital, dan penguatan tata kelola serta manajemen risiko.

  • Penyaluran kredit tumbuh 4,98 persen menjadi Rp67,24 triliun dengan fokus pada perbaikan kualitas aset.

  • Total aset gabungan Bank Jatim naik 42,93 persen menjadi Rp168,855 triliun.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta,FORTUNE — PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. (Bank Jatim) membukukan laba bersih Rp 1,54 triliun atau naik 20,65 persen dalam setahun (YoY) pada 2025.

Menurut Winardi Legowo, Direktur Utama Bank Jatim, kinerja ini diraih melalui disiplin pengaturan pos pendapatan dan beban melalui efisiensi. Selain itu, bank tersebut juga melakukan peningkatan transaksi digital guna meningkatkan pendapatan nonbunga, serta agresif mengendalikan kualitas aset agar sesuai dengan risk appetite

“Penguatan teknologi informasi dan digitalisasi proses bisnis juga dilakukan serta optimalisasi sinergi bisnis untuk kelompok usaha bank,” ujar Winardi melalui keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa (31/3).

Pada 2025, fokus bank adalah menitikberatkan pada penetrasi dana murah dengan menggunakan pola pendekatan transaction banking dan juga berbasis pada bisnis ekosistem untuk meningkatkan jumlah dana dan jumlah nasabah.

Hal ini tecermin pada kinerja dana pihak ketiga seperti giro (Rp21,4 triliun) atau meningkat 12,5 persen (YoY), kemudian peningkatan jumlah nasabah sebesar 5,64 persen (YoY).

Jaga kualitas aset, nilai hapus buku Bank Jatim capai Rp1,03 triliun

Kantor Cabang Bank Jatim Tuban. IDN Times/Imron

Di sisi lain, angka penyaluran kredit Bank Jatim (bank only) tumbuh konservatif sebesar 4,98 persen (YoY) mencapai Rp67,24 triliun.

Komposisi kredit terdiri dari kredit konsumer Rp36,54 triliun atau meningkat 6,20 persen (YoY) serta kredit produktif Rp30,7 triliun atau meningkat 3,55 persen (YoY). 

Perusahaan itu, menurut Winardi, terus berupaya memperbaiki kualitas aset melalui beberapa langkah. Di antaranya adalah melalui mekanisme hapus buku (Rp1,03 triliun) dengan persentase recovery rate 18,6 persen atau setara Rp192 miliar, serta restrukturisasi sebagai langkah penyelamatan debitur yang mengalami pemburukan kolektibilitas.

Total kredit yang telah direstrukturisasi oleh Bank Jatim mencapai Rp 4,17 triliun.

Kinerja yang baik tersebut turut mendukung pencapaian kinerja konsolidasi Bank Jatim sepanjang 2025, yang menunjukkan pertumbuhan signifikan pada berbagai indikator utama.

Pencapaian Bank Jatim secara gabungan pada 2025: total aset meningkat 42,93 persen (YoY), dari Rp118,142 triliun pada 2024 menjadi Rp168,855 triliun pada 2025.

Selanjutnya, terkait rencana Kelompok Usaha Bank (KUB) dengan beberapa Bank Pembangunan Daerah, pada 2025 Bank Jatim telah memfinalisasi seluruh tahapan dan secara resmi Bank Jatim telah menjadi induk atas 5 Bank Pembangunan Daerah (BPD). 

Anggota KUB Bank Jatim terdiri dari Bank NTB Syariah, Bank Banten, Bank Lampung, Bank Sultra, dan Bank NTT.

Dengan demikian, sinergi untuk aspek permodalan telah terimplementasi secara tuntas.

”Untuk 2026 ini kami akan memaksimalkan sinergi di bidang bisnis dan keuangan serta aspek support lainnya sebagai enabler,” kata Winardi.

Editorial Team