Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Foto 2.jpeg
Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong (dok. BCA)

Intinya sih...

  • BCA berharap Thomas Djiwandono membawa ide baru ke BI untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

  • BCA memprediksi suku bunga bank sentral akan turun 1-2 kali di tahun 2026, mengantisipasi kondisi geopolitik global dan kebijakan moneter AS.

  • BCA menargetkan pertumbuhan kredit 8-10% di 2026, dengan NIM diproyeksikan turun menjadi 5,4-5,6% dan NPL dijaga pada level 1,8-2%.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE – Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA), Hendra Lembong berharap terpilihnya Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) dapat memberikan perspektif baru terhadap kebijakan bank sentral untuk mendorong perekonomian nasional.

“Tentu harapannya Pak Thomas bisa membawa ide-ide baru yang lebih baik lagi untuk membantu pertumbuhan ekonomi,” ujar Hendra saat konferensi pers secara virtual di Jakarta, Selasa (27/1).

Hendra juga menyampaikan, pihaknya berencana melakukan pertemuan langsung dengan Thomas untuk berdiskusi mengenai kondisi ekonomi. “Kami tentu akan bertemu beliau setelah resmi menjabat. Pada kesempatan berikutnya, kami bisa berbagi pandangan mengenai kondisi dan pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, BCA juga memprediksi arah suku bunga bank sentral masih akan dalam tren penurunan di tahun 2026. Kondisi ini terjadi untuk mengantisipasi kondisi geopolitik global dan kebijakan moneter di Amerika Serikat (AS).

“Tahun lalu kami memproyeksikan (BI-rate melakukan) penurunan hingga tiga kali. Namun melihat situasi di Amerika Serikat yang tidak seagresif seperti yang diperkirakan sebelumnya, kami merevisi proyeksi pemangkasan suku bunga menjadi satu sampai dua kali,” kata Hendra.

BCA bidik pertumbuhan kredit 10% di 2026

gedung BCA di Darmo Surabaya (instagram.com/chriestiansetiawan)

Dengan kondisi tersebut, BCA menargetkan pertumbuhan kredit tahun ini dapat mencapai 8 hingga 10 persen. Nilai ini lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi kenaikan kredit BCA di 2025 sebesar 7,7 persen (YoY).

"Kita lebih positif melihat perkembangan tahun ini. Mudah-mudahan pertumbuhan kredit ini bisa lebih cepat dibanding tahun lalu, dari kuartal I dan seterusnya," kata Direktur BCA Vera Eve Lim.

Vera juga memperkirakan tekanan terhadap net interest margin (NIM) masih akan terjadi di 2026 akibat tren penurunan bunga acuan. Setelah meraih NIM di level 5,7 persen pada 2025, BCA memproyeksikan NIM 2026 berada di kisaran 5,4 persen hingga 5,6 persen. Sedangkan, untuk rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) akan dijaga pada level 1,8 persen hingga 2 persen. 

Editorial Team