Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Naik 4,9%, BCA Bukukan Laba Rp57,5 triliun Sepanjang  2025

ilustrasi gedung Bank BCA
ilustrasi gedung Bank BCA (Dimas Ardian/Bloomberg)
Intinya sih...
  • BCA mencatat laba bersih Rp57,5 triliun atau tumbuh 4,9% (YoY) sepanjang 2025.
  • Pertumbuhan kredit BCA naik 7,7%, terdistribusi ke berbagai sektor seperti manufaktur, perdagangan, restoran, hotel dan rumah tangga.
  • DPK BCA juga tumbuh 10,2% (YoY) mencapai Rp1.249 triliun dengan frekuensi transaksi naik 17% (YoY) menjadi 42 miliar.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mampu mencatatkan laba bersih senilai Rp57,5 triliun atau tumbuh 4,9 persen (YoY) sepanjang 2025.

Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong menyatakan, laba itu ditopang oleh pendapatan bunga bersih (net interest income) BCA yang tumbuh 4,1 persen (YoY), dan pendapatan selain bunga yang naik 16 persen (YoY). Dengan demikian, secara total, pendapatan operasional BCA naik 5,4 persen (YoY).

“Kami senantiasa berupaya menyediakan produk dan layanan secara optimal untuk memenuhi beragam kebutuhan nasabah dan masyarakat," kata Hendra saat konferensi pers secara virtual di Jakarta, Selasa (27/1).

Kredit BCA naik 7,7%, ini distribusi sektornya

Foto 2.jpeg
Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong (dok. BCA)

Pertumbuhan kredit BCA tercatat 7,7 persen (YoY) menjadi Rp993 triliun per Desember 2025. Namun demikian,

Hendra menyatakan, penyaluran kredit BCA terdistribusi ke berbagai sektor, di antaranya manufaktur, perdagangan, restoran, hotel dan rumah tangga. "Hal ini selaras dengan komitmen perseroan mendukung pertumbuhan perekonomian Indonesia," katanya.

Untuk kredit usaha yang disalurkan BCA juga tumbuh 9,9 persen (YoY) mencapai Rp756,5 triliun per Desember 2025. Sedangkan, untuk pembiayaan konsumer juga masih terjaga sebesar Rp224,1 triliun. Kredit konsumer ini didukung oleh KPR senilai Rp142,3 triliun, dan kredit kendaraan bermotor (KKB) sebesar Rp56,6 triliun. BCA juga mendukung penyaluran KPR subsidi atau FLPP swasta sejak Oktober 2025. 

Outstanding pinjaman konsumer lain (mayoritas kartu kredit) tumbuh 9,8 persen (YoY) menjadi Rp25,2 triliun. Dari capaian tersebut, rasio kredit bermasalah (NPL) BCA masih terkendali di 1,7 persen dan pencadangan NPL serta rasio loan at risk (LAR) memadai, masing-masing sebesar 183,8 persen dan 71,6 persen.

DPK BCA naik 10,2%

Gedung BCA Banjarmasin (commons.wikimedia.org/Ezagren)
Gedung BCA Banjarmasin (commons.wikimedia.org/Ezagren)

Sementara itu, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) BCA juga masih tumbuh 10,2 persen (YoY) mencapai Rp1.249 triliun. Hendra menambahkan, kenyamanan nasabah bertransaksi turut mendorong himpunan DPK.

Tercatat, total frekuensi transaksi BCA sepanjang 2025 naik 17 persen (YoY) mencapai 42 miliar. Pada puncaknya, BCA bahkab pernah memproses transaksi hingga hampir 300 juta dalam satu hari.

"Frekuensi transaksi mobile banking dan internet banking tumbuh 19 persen (YoY)," katanya.

Di sisi pendanaan, dana giro dan tabungan (CASA) juga naik 13,1 persen (YoY) mencapai Rp1.045 triliun. Kondisi Rasio cost to income (CIR) membaik dan turut menopang kinerja.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria
Follow Us

Latest in Finance

See More

Gonjang-ganjing Geopolitik Global, KSSK Klaim Ekonomi RI Tetap Stabil

27 Jan 2026, 19:25 WIBFinance