Ditopang Kredit Digital, Bank Jago Kantongi Laba Rp276 miliar pada 2025

- Bank Jago mencatat laba bersih Rp276 miliar pada 2025, naik 115 persen dibanding tahun sebelumnya berkat pertumbuhan kredit digital dan peningkatan efisiensi bisnis.
- Penyaluran kredit mencapai Rp24,3 triliun dengan rasio NPL gross rendah di 0,6 persen, menunjukkan pengelolaan risiko yang disiplin dan prinsip kehati-hatian.
- Jumlah nasabah tumbuh menjadi 18,2 juta dan DPK naik 38 persen ke Rp25,9 triliun, didorong kolaborasi strategis serta kepercayaan pengguna terhadap layanan Bank Jago.
Jakarta, FORTUNE – PT Bank Jago Tbk (Bank Jago) membukukan laba bersih setelah pajak atau net profit after tax (NPAT) senilai Rp276 miliar sepanjang 2025. Capaian itu melonjak 115 persen (YoY) dari Rp129 miliar pada tahun sebelumnya.
Direktur Utama Bank Jago, Arief Harris, menyatakan performa ini didukung oleh sejumlah aspek bisnis, termasuk kredit digital, jumlah nasabah hingga penghimpunan dana pihak ketiga (DPK).
Hingga akhir 2025, bank digital ini mampu menyalurkan kredit senilai Rp24,3 triliun, naik 38 persen dari posisi yang sama pada tahun sebelumnya yang sebesar Rp17,7 triliun.
“Pertumbuhan ini tetap terjaga dengan pengelolaan risiko yang disiplin dan prinsip kehati-hatian, tercermin dari rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross yang rendah di level 0,6 persen,” jelas Arief melalui keterangan resmi di Jakarta, Kamis (12/3).
Jumlah nasabah Bank Jago telah mencapai 18,2 juta pada 2025, termasuk 14,2 juta nasabah funding pengguna aplikasi Jago dan Jago Syariah. Arief menyatakan, total nasabah ini meningkat hampir 3 juta dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang nasabahnya mencapai 15,3 juta nasabah.
Seiring meningkatnya jumlah nasabah funding, penghimpunan DPK menunjukkan pertumbuhan kuat. Hingga akhir Desember 2025, total DPK yang dihimpun mencapai Rp25,9 triliun, naik 38 persen (YoY).
“Kami melihat hubungan yang kuat antara pertumbuhan nasabah dan peningkatan DPK. Ini mencerminkan nasabah semakin banyak dan percaya untuk memanfaatkan produk dan layanan Bank Jago,” kata Arief.
Ia menyatakan, kolaborasi kuat dengan berbagai mitra (partner) strategis, mulai dari ekosistem dan platform digital, perusahaan pembiayaan, hingga lembaga keuangan juga menjadi pendorong utama pertumbuhan bisnis Bank Jago sepanjang 2025. Seiring ekspansi kredit dan DPK yang sehat, total aset Bank Jago mencapai Rp36,5 triliun per Desember 2025, naik 28 persen dibandingkan perolehan 2024 yang sebesar Rp28,5 triliun.


















