Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Gandeng Shield, Krom Bank Tingkatkan Deteksi Fraud di Layanan Digital

3 min read
Gandeng Shield, Krom Bank Tingkatkan Deteksi Fraud di Layanan Digital
Ilustrasi penggunaan aplikasi Krom Bank. (dok. Krom Bank)
  • Krom Bank bekerja sama dengan SHIELD untuk memperkuat pencegahan fraud di layanan perbankan digital.

  • Deteksi ATO meningkat hingga 10 kali lipat, account sharing hingga 50 kali lipat, dan waktu deteksi fraud 95 persen lebih cepat.

  • Sistem memantau perilaku perangkat secara real-time, termasuk screen sharing, akses jarak jauh, deepfake, dan rekayasa sosial berbasis AI.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, FORTUNE - PT Krom Bank Indonesia Tbk memperkuat sistem pencegahan fraud guna menghadapi meningkatnya ancaman terhadap layanan perbankan digital. Melalui kerja sama dengan SHIELD, platform fraud intelligence berbasis perangkat, perusahaan mencatat peningkatan deteksi serangan pengambilalihan akun atau account takeover (ATO) hingga 10 kali lipat.

Selain ATO, integrasi teknologi tersebut juga meningkatkan kemampuan Krom Bank dalam mendeteksi praktik account sharing hingga 50 kali lipat. Krom Bank juga menyebut seluruh upaya screen sharing yang teridentifikasi dalam pengujian dapat dideteksi, sementara waktu deteksi fraud menjadi 95 persen lebih cepat.

Kerja sama ini dilakukan di tengah berkembangnya modus penipuan yang memanfaatkan perangkat digital dan teknik rekayasa sosial. Salah satu modus yang menjadi perhatian yakni penggunaan aplikasi palsu yang menyamar sebagai lembaga atau layanan digital terpercaya.

Aplikasi berbahaya tersebut dapat disebarkan melalui platform pesan singkat maupun media sosial. Setelah korban mengunduh dan masuk ke layanan perbankan, pelaku dapat memanfaatkan screen sharing atau perangkat lunak akses jarak jauh untuk memperoleh kendali atas sesi pengguna.

Modus penipuan juga berkembang dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI), termasuk deepfake. Teknologi tersebut memungkinkan pelaku membuat audio atau video sintetis yang menyerupai orang tertentu untuk meyakinkan korban agar mengikuti instruksi yang diberikan.

Co-Founder & CTO Krom Bank Tan Alie mengatakan perkembangan fraud berbasis AI membuat perlindungan aplikasi secara statis memiliki keterbatasan.

“Solusi app hardening dapat menjaga integritas aplikasi, tetapi memiliki keterbatasan dalam memberikan visibilitas terhadap aktivitas selama sesi pengguna dan mendeteksi ancaman baru yang terus berkembang, seperti deepfake,” ujar Tan dalam keterangan tertulis, Kamis (8/10).

Menurut dia, pemantauan aktivitas selama sesi diperlukan untuk mendeteksi ancaman yang berkembang secara dinamis tanpa mengorbankan pengalaman maupun privasi pengguna.

Oleh karenanya, Krom Bank melihat praktik berbagi akun sebagai risiko lain yang perlu diantisipasi. Selain berpotensi meningkatkan risiko fraud, praktik tersebut juga dapat menimbulkan persoalan kepatuhan dalam layanan perbankan.

  1. Pemantauan Aktivitas

    Perubahan pola serangan membuat perlindungan aplikasi secara statis tidak lagi menjadi satu-satunya pendekatan keamanan.

    Salah satu teknologi yang digunakan industri adalah app hardening, yang bertujuan melindungi kode aplikasi dari manipulasi (tampering) dan rekayasa balik (reverse engineering). Namun, teknologi tersebut memiliki keterbatasan dalam memantau aktivitas yang berlangsung setelah pengguna masuk ke aplikasi.

    Karena itu, Krom Bank mengintegrasikan solusi Device-First Fraud Intelligence dari SHIELD untuk memantau perilaku perangkat secara real-time selama sesi nasabah, mulai dari login hingga logout.

    Sistem tersebut digunakan untuk mengidentifikasi perangkat dan aktivitas yang berpotensi terkait dengan fraud, termasuk screen sharing, perangkat lunak akses jarak jauh, deepfake, account sharing, serta teknik rekayasa sosial berbasis AI.

    SHIELD menyebut teknologi Device ID miliknya dapat mengidentifikasi perangkat secara unik dan persisten dengan tingkat akurasi lebih dari 99,9 persern termasuk ketika perangkat telah melalui factory reset atau aplikasi mengalami cloning.

    Sementara itu, SHIELD Fraud Intelligence menambahkan lebih dari 20 indikator risiko secara real-time ke dalam model risiko Krom Bank. Indikator tersebut digunakan untuk membantu mendeteksi berbagai perangkat dan teknik yang berpotensi digunakan untuk melakukan fraud.

    Founder & CEO SHIELD, Justin Lie mengatakan modus fraud saat ini dapat berkembang sepanjang sesi pengguna dengan memanfaatkan berbagai perangkat dan teknologi untuk menghindari sistem deteksi.

    “Fraud modern tidak terjadi dalam sekejap. Ia berkembang sepanjang sesi berlangsung, sering kali memanfaatkan berbagai tools canggih yang dirancang agar tetap tersembunyi. SHIELD memberikan kemampuan bagi bank seperti Krom Bank untuk mengidentifikasi setiap perangkat dan mendeteksi setiap tools berbahaya secara real-time, sehingga memperkuat deteksi fraud dengan tetap mengutamakan privasi dan kepercayaan nasabah,” ujarnya.

Share Article
Editorial Team
Ekarina .
EditorEkarina .

Related Articles

See More