Jakarta, FORTUNE – Survei CIO Insights dari Bank DBS bertajuk “Ekonomi Umur Panjang” di 2025, mengungkapkan bahwa harapan hidup manusia meningkat secara tajam dari sekitar 40 tahun pada 1900 menjadi lebih dari 74 tahun pada tahun ini. Untuk itu, urgensi perencanaan masa pensiun yang menyeluruh menjadi penting seiring dengan perubahan demografi global.
Head of Investment & Insurance Products, Consumer Banking Group PT Bank DBS Indonesia (Bank DBS), Djoko Sulistyo menyatakan, masa pensiun adalah fase hidup di mana ketenangan, keamanan, dan kualitas hidup menjadi prioritas. Perencanaan yang matang juga mengajarkan bahwa menumbuhkan dana saja tidak cukup, tetapi juga harus memerhatikan perlindungan yang memadai, seiring meningkatnya ketidakpastian dan tantangan kehidupan.
“Dengan menggabungkan investasi yang bijak dan proteksi melalui asuransi, nasabah dapat menjaga daya beli dan aset, memperoleh ketenangan pikiran, tetap mandiri, dan menikmati masa tua dengan percaya diri,” kata Djoko Sulistyo di Jakarta, Senin (19/1).
